Sabtu, Januari 22, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaCultureCerita Misteri Terowongan Kereta Api Eka Bakti Karya Kabupaten Malang

Cerita Misteri Terowongan Kereta Api Eka Bakti Karya Kabupaten Malang

NUSADAILY.COM – MALANG – Selain dikenal dengan keindahan pemandangannya, jalur kereta api Malang – Blitar juga punya sebuah tempat yang sering dikatakan angker yaitu terowongan kereta api Eka Bakti Karya yang berada di kawasan Pohgajih-Sumberpucung, Kabupaten Malang.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Terowongan tersebut dibuat pada tahun 1969, bersamaan dengan pembangunan Bendungan Karangkates (Sutami) yang letaknya tak jauh dari lokasinya. Akibat dari pembangunan bendungan, jalur kereta api Malang-Blitar yang sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda harus dipindahkan relnya karena teruruk air bendungan. Karena menembus kawasan perbukitan, maka jalur kereta api yang baru itu harus dibuatkan terowongan.

Terowongan yang terletak di dekat kawasan Bendungan Karangkates ini dikenal sangat berhantu hingga membuat banyak orang di sekitar terowongan selalu ketakutan karena kerap mendengar suara aneh-aneh dan juga penampakan hantu yang mengerikan.

Kawasan terowongan terpanjang kedua yang masih aktif di Indonesia ini disebut warga pernah meminta tumbal.

Abdullah (53), warga setempat mengatakan jika tempat tersebut memang dikenal seram.

“Kadang ada suara aneh-aneh, padahal tidak ada apa-apa. Pernah juga menurut orang dulu kalu tempat itu minta tumbal,” ungkapnya.

Dia juga menuturkan jika di terowongan ini kerap terjadi insiden kereta menabrak warga yang memang sengaja untuk bunuh diri atau tidak sengaja tersambar kereta di sekitaran. Tak pelak, arwah-arwah yang melayang itu kemudian menjadi penghuni gelapnya terowongan.

Selain suara-suara misterius, penampakan makhluk-makhluk astral juga kerap terlihat dari dalam mulut terowongan. Penampakan sosok menyeramkan itu tak jarang menyapa warga yang kebetulan melintas di dekat rel.

Cerita keangkeran Terowongan Eka Bakti Karya ini kerap dihubung-hubungkan dengan banyaknya korban yang kehilangan nyawanya di area rel kereta api tak jauh dari terowongan tersebut. Nyawa-nyawa yang melayang di tempat itu ada yang dikarenakan tak sengaja tersambar kereta api yang kebetulan lewat.

Malamnya, jurnalis nusadaily.com yang berada di lokasi pun mencoba merasakan kengerian tersebut, apalagi liputan yang dilakukan bertepatan dengan malam jumat.

Potret di dalam terowongan saat malam hari

Suasana merinding terus membuntutinya saat berjalan-jalan di sekitar lokasi yang kebetulan saat itu sedang sepi dan tidak ada satupun kendaraan melintas.

Suara-suara aneh yang dikatakan narasumber sesekali mampir di telinga, namun untuk penampakan makhluk putih belum terlihat.

Setelah sekitar satu jam berada di lokasi, memang benar, suasana ngeri dan merinding lebih mendominasi, ditambah dengan suara aneh dan “glodagan”.

Terowongan di pulau jawa

Indonesia memiliki sekitar 19 terowongan kereta di pulau jawa yang dibangun sejak zaman Belanda hingga setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaan.

Terowongan-terowongan tersebut dibangun dengan menembus bukit untuk memberikan akses jalan pada kereta yang di masa lalu mulai dikembangkan oleh para penjajah Belanda.

Dalam pembangunannya, banyak penduduk Indonesia mengalami kematian hingga akhirnya dikubur di sekitar terowongan atau dibuang begitu saja. Akibat hal ini, terowongan yang sebagian besar masih aktif ini jadi sarang makhluk astral yang konon suka menampakkan diri dan mengganggu manusia yang kebetulan lewat hingga mencelakakannya. (kal)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily