Cerita Masjid Berkiswah Ka’bah dan Dzikir Kebangsaan Pimpinan Habib Idrus

  • Whatsapp
Para jamaah mengikuti dzikir di Masjid Kiswah Surabaya.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SURABAYA– Seorang pemuda berjaket ala – ala Polisi dengan tulisan Patwal menyala jika terkena sorot lampu karena terbuat dari bahan fospor, sibuk mengukur jarak tempat duduk.

Baca Juga

Dia memegang mistar seukuran semeter. Dia jalan mulai dari lajur shaf pertama. Jarak duduk antar jamaah diukur. Mistar itu sepanjang 1 meter.

Di situlah tumpleknya jamaah Majelis Rasulullah SAW. Di bawah pimpinan Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus. Majelis solawat ini rutin digelar setiap Senin malam, di Masjid Besar Al- Hidayah, Jalan Darmo Indah Barat V No 3, Karahpoh, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya.

Senin (12/10/2020), malam itu beda dari biasanya. Kenapa ? Karena undangan Majelis Rasulullah SAW sudah menambah jamaah. Sehingga di tengah pandemi Covid protokol kesehatan ketat dijalankan.

“Jarak duduk jamaah, pakai masker, dan memakai hand sanitizer yang sudah disiapkan serta bak cuci tangan dijalankan ketat,” ujar H Koencoro, pengurus takmir.

Senin malam ini, rencananya ada Pangdam V Brawijaya hadir, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Eri Cahyadi. Mantan Kepala Bappeko Surabaya, Hj Sri Setyo Pertiwi, Ketua FTPI Jawa Timur, dan Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT).

Ketua Takmir H Mochamad Jupri Saad Abu, mengakui jamaah Majelis Rasulullah tambah dari berbagai kelompok masyarakat di Surabaya yang menyupport seperti KJJT.

“Terima kasih Ketua dan anggota KJJT semuanya. Karena dengan jamaah Majelis Rasulullah ada unsur wartawannya bisa menambah kekuatan dan jamaah majelis,” ujarnya.

H Moch Jupri Saad Abu, mengaku baru menata kepengurusan baru takmir pasca lama tidak tertata. Dengan dijadikan tempat majelis Rasulullah Masjid semakin makmur.

Untuk kegiatan Senin malam kali ini diakui penuh dengan aturan ketat protokol kesehatan. Sehingga dzikir solawat bersama Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus juga mendoakan bangsa Indonesia ini agar terlepas dari bencana.

“Jangan diam..ikuti, sholawat. Doa. Dengan doa dingin dijauhkan dari bencana malapetaka bangsa ini,” ujar Habib Idrus.

Diakui, bahwa masjid Al Hidayah adalah masjid yang bisa dipakai untuk tujuan wisata religi. Memasuki ruang utama masjid, pengunjung akan mencium bau harum minyak wangi khas Hajar Aswad yang disiram ke kain Kiswah jika di Ka’bah.

Semakin mendekat semakin tajam aromanya. Pengunjung yang salat di sini, terasa khusyuk dan bisa merasakan kembali aura Masjidil Haram. Tentu saja yang sudah pernah datang ke Makkah.

Masjid Dibangun Sejak 2010

Masjid ini dibangun sejak 2010 namun tahun 2012 terbakar. Atap kayu, menara utama tengah bangunan habis dilahap api. Empat mobil pemadam kebakaran berhasil menyetop api. Dan kerangka tembok masjid masih utuh.

Dari situ lah ada donatur kuat bernama H Mochammad Jupri Saad Abu, bersedia membangun dan jadilah kini seperti masjid di Madinah.

Struktur dibangunan didominasi ornamen dari beton sehingga terlihat menjulang dan kokoh.

Dan kini Masjid Al Hidayah menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat Jawa Timur terutama Surabaya.

Sentuhan desain Turki dan beberapa pernik dibangun meniru arsitek Masjid Nabawi dan bercorak Madinah.

Pintu utama pun persis dengan corak pintu di Masjidil Haram. Masjid pun kini mulai dibangun menara. Dua menara kembar sisi kiri kanan dibangun meniru gaya Makkah, Masjidil Haram.

Masjid Kiswah

Menurut catatan warga Surabaya di Jawa Timur ada Masjid dengan memasang kain Kiswah Ka’bah yang asli Multazam (penutup penitu Ka’bah) hanya tiga, di Masjid Namira Lamongan, di Pemkab Mojokerto dan di Masjid Al Hidayah Surabaya.

Di Masjid Al Hidayah Surabaya ini kain kiswah Multazam, dipasang di ruang imam yang diset lebar dan tinggi tersebut.

Tinggi imaman sekira 7,5 meter dan lembar kain hitam bertuliskan lafal dan ayat Alquran dengan benang emas dan perak itu ditempel mirip pintu Ka’bah.

Ukuran 3,5 meter x 7 meter kain Kiswah ini pun menjadi daya tarik masyarakat untuk jamaah salat di sini.

Masyarakat Surabaya dan sekitarnya kini tidak perlu jauh-jauh lagi berkunjung ke Masjid Namira, Lamongan untuk menikmati keindahan kain penutup pintu Kabah atau biasa disebut Kiswah Multazam.

Di Masjid Al-Hidayah yang berlokasi di Darmo Indah Barat 5 nomor 3, Surabaya, ini Kiswah Multazam seluas 3.5 x 7 meter ini dipasang.

Kiswah di Masjid Pernah Dipasang di Kabah Tahun 2013

HR Mochammad Djupri Saad Abu Ketua Takmir Masjid Al-Hidayah mengatakan, kain ini didapatkan langsung dari Salman Bin Abdul Aziz Raja Saudi Arabia. Melalui proses panjang, Kiswah Multazam ini berhasil dibawa ke Surabaya dengan mengganti biaya Rp 700 Juta.

Dengan datangnya Kiswah Multazam di masjid ini, ia berharap Masjid Al-Hidayah bisa lebih ramai dan banyak orang berkunjung dan beribadah di Masjid ini.

“Untuk memakmurkan masjid, kedua ingin para jamaah yang dulunya sepi masjid ini supaya rame, melihat pintu kabah ini, multazam. Ini selambunya,” katanya.

Kiswah Multazam ini bisa dinikmati bahkan selain dilihat keindahan kain penutup kabah ini juga boleh dipegang.

Majelis Rasulullah SAW akhirnya berjalan. Meski sempat dihantui akan di Covidkan dan hendak dirazia oleh Satpol PP namun akhirnya berjalan lancar.

Sesuai daftar undangan kali ini, ada orang kepercayaan Tri Risma Harini, yang akan hadir ke majelis ini yakni Eri Cahyadi mantan Kepala Bappeko dan Hj Sri Setyo Pertiwi, Ketua FTPI Jatim.

Namun sayang, majelis solawat Rasulullah SAW yang sudah diikuti jamaah dari unsur TNI dan CPM ini batal dihadiri Eri Cahyadi, Pangdam V Brawijaya, dan Pimpinan Dewan Kota Surabaya.(ima/aka)

Post Terkait

banner 468x60