Candi Telih Konon Jadi Tempat Selingkuh Ken Arok dengan Ken Umang

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – Candi ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum. Namanya Candi Telih yang berlokasi di  Gunung Telih di Dusun Sumbul Desa Klampok Kecamatan Singosari. Ada cerita menarik terkait candi itu. Konon di sekitar gunung itu Ken Arok Sering janjian ‘kencan’ dengan Ken Umang. Bahkan akhirnya Ken Arok ‘selingkuh’ dengan gadis itu meski sudah menikah dengan gadis super cantik Ken Dedes hingga akhirnya menikah dan melahirkan Tohjoyo.

Kawasan di sekitar Gunung Telih memang tergolong terpencil dan jauh dari aktivitas manusia. Saat ini saja hanya sedikit orang yang berlalu lalang, apalagi di zaman kerajaan Singhasari dahulu. Sehingga ada logisnya juga jika Ken Arok sering menjadikan tempat tersebut untuk janjian ketemu dengan Ken Umang.

"
"

Baca Juga

"
"

Menurut  Suryadi, budayawan asal Tumpang,  keberadaan Candi Telih, diduga sudah  sejak zaman Tumapel di masa pemerintahan Tunggul Ametung. Namun ada juga yang menyebut candi itu peninggalan Ken Arok atau masa Kerajaan Singhasari (1222-1227 M). Candi Telih digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap dewa gunung. Tradisi pemujaan itu tetap berlangsung hingga zaman Kerajaan Singhasari.

”Ken Arok juga sering ke sana untuk melakukan pemujaan, selain itu juga  janjian dengan Ken Umang. Ken Arok berangkat dari Tumapel (Singosari) Ken Umang berangkat dari Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso sekarang,” terang dia.

Di sekitar lokasi itulah, tepatnya di pertigaan di bukit yang sekarang dikenal dengan Pusung Lading, keduanya sering bertemu dan melepas rindu. Hingga akhirnya Ken Umang dijadikan sebagai selir. Dikatakan Ki Suryo, sapaan akrab Suryadi, cinta Ken Arok kepada Ken Umang adalah sebenar-benar cinta dari pandangan pertama. Sehingga meski Ken Arok telah mendapatkan Ken Dedes yang sangat jelita, dia tetap tidak bisa melupakan Ken Umang. Sedangkan cinta Ken Arok kepada Ken Dedes adalah cinta untuk menggapai cita-cita (tahta). “Jadi lokasi menuju Candi Telih itu menjadi tempat ‘perselingkuhan’ Ken Arok dan Ken Umang,” kata Ki Suryo, yang kini menjadi juru kunci Candi Jago Tumpang tersebut.

Kenapa Gunung Telih disebut sebagai lokasi ‘perselingkuhan’? Karena lanjut Ki Suryo, kawasan di sekitar candi (Gunung Telih) relatif terpencil, sehingga cocok untuk ketemuan. Lebih-lebih lokasi Candi Telih sangat sulit dijangkau manusia. Berada di balik bukit dengan jalan yang sempit menanjak dan berkelok-kelok. 

Candi  itu berada di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut itu. Maklum jalan setapak sepanjang sekitar 4 km menuju ke sana hanya bisa dilalui dengan jalan kaki atau motor trail.

Dari ukuran, Candi Telih itu termasuk kecil. Tingginya sekitar 2 meter dan lebar bangunan dasarnya sekitar 2,5 meter. Candi memiliki dua bagian, bagian utama adalah bangunan candi yang letaknya di hamparan tahan yang posisinya lebih tinggi, sedangkan bagian kedua berupa tumpukan batu yang berada di lahan bagian bawah yang berjarak sekitar 4 meter. Candi di bagian bawah itu memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 1,25 meter.

Ki Suryo menyampaikan, di situlah Ken Arok menepati janjinya kepada Ken Umang. Sebab, ketika Ken Arok meninggalkan Ken Umang bersama orang tuanya, Bango Samparan, Ken Arok berjanji akan menjemputnya kembali dan janji itu dia tunaikan. ”Umang, suatu saat nanti saya pasti akan kembali menjemputmu,” begitu pesan Ken Arok muda ketika keluar dari rumah orang tua angkatnya Bango Samparan, karena diusir setelah dituduh mencuri sapi (Arok Dedes, karya Pramoedya Ananta Toer).

Dalam cerita, memang ketika Ken Arok dikejar penduduk karena membuat keributan, dia dilindungi oleh Bango Samparan lalu diangkat menjadi anak. Saat itulah dia mengenal anak Bango Samparan, Ken Umang yang jelita dan penuh perhatian yang membikin hati Ken Arok bergetar.

Sikap Ken Arok ini lanjut Ki Suryo, menunjukkan bahwa dia memiliki cinta sejati kepada Ken Umang. Namun, dia juga tergiur dengan Ken Dedes adalah demi merengkuh cita-citanya untuk menjadi raja. Sehingga meski saat itu Ken Dedes sudah menjadi permaisuri Tunggul Ametung alis tidak perawan Ken Arok tak peduli. Karena dia ingin mempunyai keturunan yang juga akan menjadi raja. ”Mengingat siapapun yang menikah dengan Ken Dedes, anak-anaknya akan jadi raja. Ken Arok yang ingin jadi raja maka harus menikahi Ken Dedes,” terang dia.

Nah setelah menikahi Ken Dedes, Ken Arok kemudian juga menikahi Ken Umang. Candi Telih sebagai salah satu tempat yang sering mereka kunjungi sambil melakukan pemujaan kepada dewa juga bertemu dengan pujaan jiwa. (aka)

Post Terkait

banner 468x60