Awal Bulan Suro, Masyarakat Trenggalek Gelar Tradisi Ngitung Batih

  • Whatsapp
Prosesi ritual ngitung batih di Trenggalek.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-TRENGGALEK– Bulan Suro dalam adat Jawa merupakan bulan yang disakralkan karena keistimewaan sebagai penanda tahun baru Saka Jawa (Tanggal 1 Suro). Salah satu rangkaian adat yang di gelar rutin oleh masyarakat Dongko adalah Ngitung Batih.

"
"

Baca Juga

"
"

Ngitung berarti menghitung, sedangkan Batih berarti anggota dalam keluarga atau warga masyarakat. Tradisi ini dilaksanakan turun menurun untuk mendoakan semua anggota keluarga agar selalu di berikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan serta banyak rejeki dari Allah SWT.

Upacara diawali dengan kirab dayang-dayang yang membawa takir plontang (makanan dalam mangkuk daun). Serta tumpeng dari jalan raya Dongko menuju pendapa kecamatan.

“Upacara adat kami gelar malam hari, guna menghindari Kerumunan massa. Ada sedikit perbedaan dari tahun sebelumnya yakni kirab takir yang bisanya keliling jauh, untuk saat ini rutenya pendek,” ucap Camat Dongko Teguh Sri Mulyanto.

Pihaknya berharap dengan tradisi Ngitung Batih dan doa bersama tersebut, masyarakat Kecamatan Dongko selau diberikan kesehatan dan terhindar dari berbagai marabahaya, termasuk wabah COVID-19.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengajak masyarakat untuk tidak melupakan adat budaya leluhur. Ngetung Batih ini adalah sebagian kecil dari keluhuran budaya nenek moyang yang harus terus di lertarikan. Selain itu, Bupati juga mendukung rencana Pemerintah Kecamatan Dongko yang ingin mendirikan sekolah budaya.

Pasalnya di Trenggalek sendiri banyak keunikan, di sisi utara ikut pengaruh budaya Solo, di selatan sebagian ikut pengaruh budaya Jogja. Kemudian sisi timur ikut pengaruh budaya Majapahitan.

“Artinya apa, artinya jadi orang Trenggalek itu hatinya harus lapang, terkena pengaruh banyak budaya tetap saling menerima. Maka harus dilapangkan juga rasa toleransinya dan sebagainya, dan Suroan biasanya menjamas pusaka. Dan pusaka yang paling benar adalah yang ditunjukkan oleh masyarakat Dongko ini, pusaka yang paling keramat adalah silaturahmi. Jadi Ngetung Batih ini adalah merawat pusaka silaturahmi dan sedekah dengan saudara maupun tetangga,” tutupnya. (aby/aka)

Post Terkait

banner 468x60