Arkeolog Temukan Jimat Pelindung Berusia 1.500 Tahun di Israel

  • Whatsapp
Jimat
Jimat Pelindung. [Facebook/@Israel Antiquities Authority]
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Kepercayaan terhadap jimat muncul sejak ribuan tahun lalu. Buktinya, sebuah jimat berusia 1.500 tahun, yang pernah dipercaya untuk melindungi perempuan dan anak-anak dari “mata jahat”, ditemukan oleh para arkeolog.

Jimat segitiga itu bergambar penunggang terlihat melemparkan bola ke sosok perempuan yang dikenal sebagai Gello, bersama dengan sebuah tulisan dalam bahasa Yunani yang diterjemahkan menjadi “The One God who Conquers Evil”.

BACA JUGA: Sejarah Garuda Pancasila Sebagai Lambang Negara – Nusadaily.com

Di bawah tulisan tersebut terdapat huruf Yunani I A W Θ, yang diterjemahkan menjadi Y-H-W-H atau Yahweh dalam bahasa Ibrani.

Gello merupakan tokoh mitologi di Yunani yang mengancam perempuan dan anak-anak dengan menyebabkan infertilitas dan keguguran. Itu secara luas dikaitkan dengan mata jahat.

Di sisi yang berlawanan jimat terdapat mata yang ditusuk oleh empat anak panah, bersama dengan singa, ular, kalajengking, dan burung. Ada tulisan Yunani lainnya yang berbunyi, “One God”.

[Facebook/@ Israel Antiquities Authority]

“Ini adalah bagian dari kelompok jimat abad kelima-keenam dari Levant yang mungkin diproduksi di Galilea dan Lebanon,” kata Dr. Eitan Klein, wakil direktur Unit Pencegahan Pencurian Barang Antik IAA.

Sosok penunggang dalam jimat tersebut dipercaya dapat mengatasi roh jahat bernama Gello.

Sisi sebaliknya diidentifikasi sebagai mata jahat yang diserang dan dikalahkan dengan berbagai cara.

BACA JUGA: Inilah 5 Posisi Bercinta yang Bikin Suami Klepek-klepek di Ranjang, Istri Wajib Tahu – Noktahmerah.com

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (2/6/2021), jimat itu ditemukan di Arbel.

Selama periode Bizantium, Arbel merupakan pemukiman Yahudi.

Para ahli masih belum mengetahui siapa yang memakai jimat tersebut karena jimat sejenis ini dipakai oleh orang Yahudi, Kristen, dan Gnostik.

Arkeolog. [Eric Cabanis/AFP]

Benda itu diserahkan kepada Otoritas Barang Antik Israel oleh seorang anggota keluarga dari salah satu penghuni pertama di Arbel.(han)