Selasa, Januari 25, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaCultureAhmad Sahroni Mimpi Jadi Presiden, Pengamat Budaya: Menggelitik Tapi Bukan Khayalan

Ahmad Sahroni Mimpi Jadi Presiden, Pengamat Budaya: Menggelitik Tapi Bukan Khayalan

NUSADAILY.COM – PASURUAN – Setiap orang selalu bermimpi hasil dari buah tidur. Mimpi jadi presiden sekalipun tidaklah rumit, tetapi cukup menggelitik.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Belakangan, kata mimpi menjadi trending setelah anak muda Tanjung Priok, Ahmad Sahroni, mengungkapkan mimpinya menjadi presiden. Mimpi ekstrim ini bermula dari candaannya agar tidak stress.

“Mimpi adalah buah dari tidur. Tidak rumit untuk mengungkapkan mimpi. Tapi mimpi jadi presiden cukup menggelitik dan tegas,” kata Dwi Cahyono, Pengamat Budaya Universitas Negeri Malang dalam Diskusi Online yang diselenggarakan Nusadaily.com dari Tretes, Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan.

Menurut Dwi Cahyono, mimpi adalah fikiran alam bawah sadar manusia, angan-angan sekaligus asa. Namun mimpi besar jadi presiden, bukanlah sekedar buah tidur dan menjadi asa yang bisa menjadi kenyataan.

“Asa ini bisa menjadi kenyataan atau tidak, tentunya harus disertai aksi dan strategi serta kerja keras,” tandasnya.

Mimpi Bukan Khayalan

Pada era kekinian, mimpi menjadi presiden sekalipun bukan sekedar khayalan. Menjadi seorang presiden, tidak lagi menjadi monopoli kalangan elit politik atau yang berlatar belakang pejabat tinggi.

“Dalam peristiwa masa lampau, menjadi menjadi contoh. Seorang Ken Arok yang bukan siapa-siapa, bisa menjadi raja bahkan pemersatu di tanah Jawa. Lakon dalam pewayangan juga menyebut petruk dadi ratu,” jelasnya.

Karenanya, mimpi Ahmad Sahroni menjadi presiden ini bukan tidak mungkin dapat terwujud. Tentu saja harus disertai dengan tekad yang kuat dan kerja keras.

Ahmad Sahroni yang terlahir dari keluarga yang kurang beruntung, mengaku memiliki banyak mimpi sejak usia muda. Dengan semangat dan kerja kerasnya, satu persatu impian yang diidamkannya menjadi kenyataan.

“Hidup saya selalu dengan mimpi. Saya sering di cemooh karena terlalu sering bermimpi. Saya pernah mimpi memiliki mobil Ferrari dan ternyata bisa. Semua itu berproses hingga akhirnya satu demi satu mimpi itu terwujud,” kata Sahroni.

Mimpi jadi presiden, lanjutnya, adalah untuk memotivasi anak-anak muda agar berani bermimpi besar. Namun mimpi yang diidamkan jangan lantas disertai dengan ambisi yang besar pula.

“Mimpi boleh-boleh saja, asal tidak ambisi. Semua mimpi harus berproses agar bisa terwujud,” kata Sahroni yang di masa mudanya pernah menjadi tukang semir sepatu. (oni/aka)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com Nadzira Shafa sempat hamil anak Ameer Azzikra #tiktoktaiment ♬ Filtered Light - Nik Ammar / Mike Reed