Cerita Pertemuan Raja Charles III dengan Meghan Markle, "TakTahu Kalau Ras Campuran

"Sementara itu, sang Ratu, yang mengalami pertemuan dekat dan pribadi yang tak terhitung jumlahnya dengan orang-orang dari semua ras, etnis, dan agama selama masa pemerintahannya yang memecahkan rekor, tampak sama sekali tanpa prasangka," tulis buku tersebut.

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Raja Charles III disebut semula tak sadar kalau Meghan Markle adalah ras campuran saat bertemu dengannya pertama kali.

Hal itu tertuang dalam buku biografi The King: The Life of Charles III yang ditulis oleh Christopher Andersen, dan diberitakan New York Post pada Selasa (8/11).

Andersen mengisahkan bagaimana Charles dan Camilla bertemu pertama kali dengan Meghan saat dikenalkan oleh Harry pada 2016.

Pengenalan Meghan Markle ke Charles dan Camilla terjadi setelah Harry menjalani trip ke Botswana. Saat pertama bertemu, Charles merasa Meghan mirip dengan saudara Kate Middleton, Pippa.

"Kala itu, Pangeran Charles tak tahu pacar baru Harry adalah ras campuran," tulis Andersen.

"Bukan berarti itu bermasalah, tentu saja," kata Charles mengatakan kepada teman Amerikanya. "Tapi tidak, saya tidak menyadarinya,"

Andersen sendiri menulis Charles merasa Meghan Markle "benar-benar menawan" dan "sangat menyenangkan,"

Buku tersebut membahas sejarah dugaan rasisme yang berada di dalam keluarga Kerajaan Inggris.

Mendiang Ratu Elizabeth II disebut tidak memiliki penilaian buruk, meski mendiang suaminya, Pangeran Philip pernah menggunakan kata "n" pada 50 tahun sebelumnya.

"Sementara itu, sang Ratu, yang mengalami pertemuan dekat dan pribadi yang tak terhitung jumlahnya dengan orang-orang dari semua ras, etnis, dan agama selama masa pemerintahannya yang memecahkan rekor, tampak sama sekali tanpa prasangka," tulis buku tersebut.

"Tidak sekali pun dia terdengar membuat komentar yang tidak sensitif secara rasial," lanjut buku itu.

"Hal yang sama tidak bisa dikatakan untuk Charles, meski kesalahannya jarang terjadi-- seperti saat dia memberi tahu seorang penulis keturunan Guyana bahwa dia tidak 'terlihat seperti' lahir di Manchester, mungkin karena dia berkulit hitam dan rambut gimbal," tulis Andersen.

Sementara untuk Pangeran Philip, "seperti orang lain dari generasi dan kelasnya," tulis Andersen.

"Philip pernah menggunakan kata N beberapa kali meskipun kata seorang pensiunan staf rumah tangga Balmoral, 'saya belum pernah mendengar dia pakai kaya itu dalam waktu yang sangat lam setidaknya tidak sejak 1970-an," tulis Andersen.

Di sisi lain, Raja Charles III disebut bisa 'baper' dengan wawancara yang dilakukan Meghan Markle dengan media baru-baru ini, meskipun tidak menyerang keluarga Kerajaan Inggris.

Pengamat Kerajaan Inggris Christopher Andersen mengatakan kepada US Weekly beberapa waktu lalu bahwa keluarga "amat memerhatikan" wawancara Meghan Markle.

Andersen pun menilai Raja Charles III bisa terbawa perasaan alias baper dan "merasa ditikung". Hal itu dikarenakan Charles "mengiringi Meghan separuh lorong" saat pernikahan perempuan itu dengan Harry.

Selain itu, Andersen menilai "Charles sungguh merasa sangat menyayanginya" dan semua pembongkaran kisah di balik dinding Istana ini membuat Charles "agak bingung".(han)