Cania Cita Sebut Presidential Treshold Batasi Aspirasi Rakyat

Kebijakan Presidential Treshold menurutnya, berdampak limitasi terhadap kaum muda. Cania berpendapat militasi itu berpengaruh pada partisipasi kepada banyak orang.

Cania Cita Sebut Presidential Treshold Batasi Aspirasi Rakyat
Diskusi bertajuk Muda Memimpin, Menuju 2024: Bincang Ulang Presidential Treshold dan Batas Minimal Usia Capres-Cawapres. (istimewa)

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Ambang batas minimal pesentase kepemilikan suara kursi di DPR atau persentase raihan suara sebuah partai politik dalam pencalonan presiden dan wakil presiden (Presidential Treshold) masih menjadi polemik di berbagai kalangan khususnya kaum muda.

Salah satunya seperti yang diutarakan Vlogger muda Cania Cita Irlanie. Ia menyebut jika Presidential Treshold yang diterapkan di Indonesia sebenarnya tidak layak untuk digunakan.

Dia sepakat jika Presidential Treshold itu dikaji ulang. Karena menurutnya sangat membatasi aspirasi warga negara.

BACA JUGA: Muncul ‘Dewan Kolonel’, Ketum PDIP Beri Pesan Baru: Jangan...

"Stands gua sendiri sih pasnya di 4 persen aja, sama kaya parliamentary treshold. Dan yang udah melampaui parliamentary treshold, harusnya udah bisa nyalon. Dan sebenernya gua juga termasuk yang pro dengan adanya jalur rindepende,” terangnya dalam acara diskusi Muda Memimpin, Menuju 2024: Bincang Ulang Presidential Treshold dan Batas Minimal Usia Capres-Cawapres" di Kopitok Kemang Jakarta, Rabu (26/10/2022).

Terkait kebijakan Presidential Treshold, menurutnya, berdampak limitasi terhadap kaum muda. Cania berpendapat militasi itu berpengaruh pada partisipasi kepada banyak orang.

"Gue ga bilang ini melimitasi pemuda secara persis sih. Tapi kaya justru melimitasi partisipasi anyone (semua orang) aja sih. Opsinya lebih terbatas,” ucapnya.

Menurutnya, di luar aturan main yang tidak ideal adalah kebijakan tersebut. Karena banyak yang harus dikoreksi dan direvisi yang harus diperjuangkan oleh kaum muda.

"Jadi menurut gue di luar aturan main yang ga ideal tadi, which kita sangat support untuk kita koreksi dan revisi, kita harus perjuangin dan investasikan waktu untuk itu," ujar Cania.

Dikatakan pula, untuk memperjuangkan itu memang butuh waktu. Sebab prihal tersebut harus sesuai dengan seberapa banyak yang diinvestasikan.

BACA JUGA: Daeng Faqih Mantan Ketum PB IDI Dukung Anies Presiden 2024

"Perjuangan memang butuh waktu. Sebab return itu akan sesuai dengan seberapa banyak yang lu investasikan," tegasnya.

Untuk itu, Cania berharap generasi muda untuk tetap optimis. Agar sistem politik di negara ini semakin terbuka. Tidak seperti yang terjadi saat ini.

"Sebagai generasi muda kita harus optimis politik kita ke depan semakin terbuka," tukasnya.

Sebelumnya, CEO Centenialz Dinno Ardiansyah menilai kata muda atau milineal hanya dijadikan simbol atau jargon dan komoditas belaka oleh para politisi tua. Padahal sejatinya, kata Dinno, keberpihakan mereka kepada kaum muda jauh, ibarat Panggang dari api.

"Katanya, kita pro anak muda, tapi kenyataannya yang boleh jadi pemimpin harus usia 40 tahun terlebih dahulu, apakah ini bukan hiprokit?," kata Donny.

Menurut Donny, ambang batas 20 persen dan minimal usia presiden itu merupakan anti progresititas. Ia juga menilai jika hal itu jelas tidak mendukung kaum muda untuk menjadi seorang pemimpin.

“Itu jelas nggak pro terhadap kaum muda, dan menutup.ruang putra putri bangsa yang potensial untuk memimpin negara ini," kata Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM) Universitas Trisakti itu.

Hadir dalam diskusi itu, akademisi dan youtuber Refly Harun, Politikus Arief Poyuono, Politisi PSI Rian Ernest, dan Dinno Ardiansyah CEO Centenialz.(sir/lna)