Sepanjang Bulan Februari 2021, Indeks Keyakinan Konsumen Alami Peningkatan

  • Whatsapp
kpwbi malang
Vibizmedia Photo.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sepanjang bulan Februari 2021, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang mencatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami peningkatan sebesar 80,17. Sementara, pada bulan sebelumnya, sebesar 80,08.

Kepala KPwBI Malang, Azka Subhan mengungkapkan, penguatan IKK berasal dari meningkatnya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini yang tercatat sebesar 52,00 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yakbi sebesar 49,67.

Baca Juga

“Peningkatan IKE ini dipengaruhi oleh pembelian durable goods, ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan saat ini,” kata dia.

BACA JUGA: Kegiatan Usaha di Wilayah KPwBI Malang Tumbuh Positif

Azka menyebut, meningkatnya pembelian durable goods atau konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama mengindikasikan bahwa kegiatan ekonomi di masyarakat mulai membaik.

“Selain itu, responden survei konsumen pada bulan Februari di Kota Malang juga menunjukkan adanya peningkatan ketersediaan lapangan kerja,” kata dia.

Hal ini, lanjut Azka, menandakan bahwa proses pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19 sedang berlangsung.

Selain itu, ekspektasi konsumen dalam enam bulan mendatang yang tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) juga tercatat masih di dalam level optimis sebesar 108,33.

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh perkiraan terhadap ekspansi kegiatan usaha, ketersediaan lapangan kerja, dan penghasilan kedepan yang lebih kuat,” imbuh dia.

Selain itu, lanjut Azka, survei penjualan eceran di wilayah KPwBI Kota Malang selama bulan Februari juga tumbug sebesar 3,83 persen (mtm).

“Bulan ini mengalami peningkatan kika dibandingkan dengan realisasi penjualan pada bulan Januari 2021 yang terkontraksi sebesat -17,07 persen (mtm) karena pengaruh pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) serta faktor seasonal atau menurunnya permintaan masyarakat pasca tahun baru,” kata dia.

Menurutnya, pertumbuhan penjualan eceran selama bulan Februari 2021 juga disebabkan oleh beberapa kelompok. Antara lain, kelompok suku cadang dan asesoris sebesar 13,64 persen (mtm) setelah terkontraksi sebesar -3,21 persen (mtm) di bulan Januari. Kemudian, diikuti kelompok kendaraan sebesar 6,32 persen (mtm) setelah terkontraksi di Januari sebesar -25,75 persen (mtm). Serta, kelompok perlengkapan rumah tangga pada bulan Januari mengalami kontraksi sebesar -9,00 persen (mtm) dan di bulan Februari tumbuh sebesar 4,10 persen (mtm).

“Hal tersebut dipengaruhi oleh perbaikan pola konsumsi masyarakat pada momen perayaan tahun baru Imlek dan selesainya kebijakan PPKM,” papar Azka.

BACA JUGA: Ada PPKM, Indeks Keyakinan Konsumen Rendah

Selain itu, lanjut dia, sentimen akan diberlakukannya insentif berupa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga 100 persen bagi mobil baru. Serta, pelonggaran Loan to Value (LTV) dan uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) menjadi 100 persen diperkirakan mendorong daya beli masyarakat.

“Dari sisi harga, tekanan inflasi pada bulan Februari 2021 diperkirakan masih sejalan dengan pencapaian target inflasi tahun 2021. Kami akan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah, untuk menjaga inflasi sesuai dengan kisaran targetnya,” pungkas dia.(nda/lna)