PHRI Kota Batu Ajukan Pembabasan Pajak Usaha Pariwisata 2021

  • Whatsapp
Sepanjang tahun 2020, Taman Rekreasi Selecta menanggung utang pajak sebesar Rp 1,5 miliar. Meski lebih kecil dibanding tahun 2019 lalu, namun beban pajak tersebut dirasa memberatkan di tengah lesunya kunjungan wisatawan.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Sektor usaha pariwisata di Kota Batu masih tertatih hingga kini. Pandemi Covid-19 memberi dampak signifikan terhadap pemasukan industri pariwisata.

Baca Juga

Meski kini, mobilitas masyarakat perlahan-lahan mulai dilonggarkan, namun hal itu tak membuat tingkat kunjungan pulih sedia kala. Tingkat kunjungan yang jauh dari harapan, menyusutkan omzet pengusaha. Sehingga mereka juga terbebani dengan pajak yang dipikulnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi pun mengemukakan penghapusan pajak di tahun 2021. Pajak tersebut antara lain pajak hiburan, pajak restoran dan pajak hotel.

“Pengeluaran kami lebih besar daripada penghasilan. Sehingga anggaran yang untuk bayar pajak, digunakan untuk biaya operasional. Makanya, kami mengajukan penghapusan pajak,” tutur pria yang juga menjabat Dirut Taman Rekreasi Selecta itu.

Ia menjelaskan, ia membayarkan pajak sebulan sekali ke Badan Pendapatan Daerah. Pajak yang dikenakan sebesar 10 persen dari omzet usaha.

Penghapusan pajak yang diajukannya itu, terdorong dari aturan Kementerian Keuangan. Kebijakan tersebut, yakni pembebasan pajak usaha pariwisata yang digulirkan pada 2020 lalu.

“Namun itu tidak berlaku di Kota Batu. Ketentuan dari pusat itu disesuaikan dengan kebijakan tiap daerah masing-masing,” timpal dia.

Hanya Membebaskan Denda Pajak

Kota Batu, lanjut Sujud, hanya membebaskan denda pajak saja. Ia mencontohkan Taman Rekreasi Selecta sepanjang 2020 menanggung utang pajak Rp 1,5 miliar. Itu termasuk pajak hotel, restoran dan hotel.

Pada 2019 lalu, pajak Selecta tembus hingga Rp 5 miliar. Ia merinci beberapa di antaranya, pajak parkir Rp 300 juta, pajak hotel Rp 800 juta, pajak restoran Rp 400 juta. Sedangkan kini, pajak yang ditanggung Taman Rekreasi Selecta turun menjadi Rp 1,5 miliar.

“Meski begitu itu dirasa cukup berat karena tak sebanding dengan pemasukan yang diterima. Makanya kami mengajukan penghapusan pajak. Selama ini pemkot Batu menghapus dendanya,” papar dia.

Selama pandemi Covid-19, seluruh pemasukan di segala sektor mengalami penuruna 40-50 persen. Menanggapi permintaan PHRI, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan penghapusan pajak tidak semata-mata wewenang kepala daerah. Tapi juga harus berpedoman pada regulasi perda.

“Sehingga harus mengacu pada perda yang ada untuk melakukan penghapusan pajak. Kalau tidak, dikemudian hari akan jadi masalah. Itu telah dikaji oleh Badan Pendapatan Daerah, bukan pemerintah tak mau,” ucap dia.(wok/aka)