Pelet dari Batang Kelapa Sawit Simpan Keuntungan Menggiurkan

  • Whatsapp
batang kelapa sawit
Batang kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan pelet untuk bahan bakar alternatif (Foto: netralnews)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM-MEDAN – Produksi pelet untuk bahan bakar dari batang kelapa sawit berpotensi diekspor ke Jepang. Potensi besar itu layak untuk dikembangkan, selain untuk memasok kebutuhan di Indonesia.

Baca Juga

“Pembuatan pelet dari bahan baku batang kelapa sawit sudah diuji dan tampaknya diminati Jepang,” ujar Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI), Derom Bangun di Medan, Minggu 16 Februari 2020.

Uji coba pembuatan pelet sudah dilakukan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. PPKS bekerja sama dengan DMSI serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKA) dan sudah diperkenalkan ke Jepang.

Jepang, katanya, tertarik dengan produk itu.

Derom menegaskan, pembuatan pelet dari batang kelapa sawit dan diekspor akan memberi banyak manfaat besar bagi rakyat dan pemerintah Indonesia.

Salah satu manfaatnya adalah untuk mendukung program replanting, baik oleh petani secara mandiri, perusahaan dan program peremajaan kelapa sawit yang dilakukan pemerintah.

Replanting, katanya, membutuhkan biaya besar untuk menyingkirkan dan mencincang pohon sawit.

Jika tidak disingkirkan, katanya, pohon sawit yang ditumbangkan akan menjadi sarang oryctes ataupun kumbang tanduk yang membahayakan bagi tanaman kelapa sawit muda.

“Jadi jika ada pengusaha yang membuat pabrik pelet dari batang kelapa sawit dan dijual khususnya untuk ekspor, maka akan muncul pengumpul pengumpul batang kelapa sawit yang membeli batang sawit ketika petani atau perusahaan melakukan replanting,” ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, maka petani mendapat dana tambahan khususnya untuk membiayai replanting kebunnya.

“Investasi pabrik pelet menjadi menarik karena besarnya potensi bahan baku yang tersedia,” katanya.

Luas perkebunan kelapa sawit menurut keterangan resmi pemerintah mencapai 16,3 juta hektare. Dengan kecepatan replanting 4 persen per tahun, maka ada replanting seluas 652.000 hektare setiap tahunnya.

Kalaupun replanting hanya sekitar 3,2 persen per tahun, maka luas yang direplanting setiap tahun sekitar 521.000 hektare.

“Kalau minimal 100 pohon sawit per hektarenya, maka yang ditumbang berjumlah 50-an juta pohon per tahun dan itu sangat memadai untuk investasi,” katanya.

Derom menegaskan, investasi pelet itu akan semakin menguntungkan, jika ada pabrik pelet yang ” portable” atau bisa berpindah – pindah. (yos)

Post Terkait

banner 468x60