Larangan Mudik, Penerbangan ke NTT Distop Sementara

  • Whatsapp
larangan mudik
dok. Sejumlah pemudik berjalan menuju pesawat di bandara El Tari Kupang, NTT, Kamis (6/5/2021). Hari pertama larangan bepergian keluar daerah atau mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah, bandara EL Tari masih dipadati oleh pemudik yang akan bepergian keluar dari NTT. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KUPANG – Memasuki hari kedua larangan mudik. sejumlah maskapai penerbangan yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dengan rute Bandara El Tari Kupang mulai menghentikan sementara jadwal penerbangannya.

Kepala Humas PT Angkasa Pura 1 Bandara El Tari Kupang mengatakan, sejumlah maskapai yang menghentikan sementara penerbangannya itu antara lain Citilink dan Lion Air.

Baca Juga

BACA JUGA: Larangan Mudik, Ribuan Angkutan Umum di Aceh Dikandangkan

“Kemarin Citilink sudah tidak beroperasi lagi. Nah hari ini maskapai penerbangan Lion Air juga tidak beroperasi lagi,” katanya Jumat (7/5).

Sementara itu untuk maskapai Garuda sendiri, ujar dia, juga menutup sementara rute penerbangannya, namun tidak sampai dengan tanggal 17 Mei 2021. Sebab masih ada beberapa rute yang masih dilayani.

“Untuk Citilink dan Lion Air ditutup sampai dengan tanggal 17 Mei,” katanya.

Mengutip Antara, di Bandara El Tari sejak pukul 09.30-11.30 WITA aktivitas pemudik masih terjadi karena Garuda Indonesia yang masih beroperasi untuk mengangkut penumpang nonmudik.

Jika dibandingkan dengan larangan mudik hari pertama kemarin, jumlah pemudik yang bepergian keluar dari NTT masih sangat banyak. Hal ini terpantau dari banyaknya pemudik yang mengantre di sejumlah counter check in dan ruang tunggu bandara internasional tersebut.

BACA JUGA: Wali Kota Sorong Tinjau Pos Pengawasan Larangan Mudik di Bandara dan Pelabuhan

Namun jika dibandingkan dengan Jumat (7/5) hanya 1-2 counter check in, khususnya milik Garuda Indonesia saja yang beroperasi.

Berdasarkan laporan dari data rekap posko Bandara El Tari, jumlah pemudik yang masih bepergian keluar daerah pada hari pertama larangan mudik mencapai 623 orang.

Mereka yang berangkat tersebut kebanyakan adalah anggota kepolisian dari Jawa Timur dan mereka yang memang selama bencana di NTT membantu pemulihan korban bencana.(bai/lna)