Indonesia-Filipina Perkuat Kerja Sama Promosi Ekonomi Kreatif

  • Whatsapp
تعزيز الاقتصاد الإبداعي
Webinar "Promoting Indonesia and The Philipines Cooperation in Creative Economy in the 'New Normal', Rabu (22/7/2020). (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata akan memperkuat kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif dengan Filipina. 

Hal ini disampaikan PLT Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh saat webinar bertajuk “Promoting Indonesia and The Philipines Cooperation in Creative Economy in the ‘New Normal’, Rabu, 22 Juli 2020.

"
"

Baca Juga

"
"

Dirinya juga mengatakan jika COVID-19 telah mengguncang hampir semua negara secara global. Namun begitu Industri kreatif yang dikenal sebagai sektor yang sangat fleksibel dan telah terbukti mampu bertahan dari beberapa krisis ekonomi, saat ini juga ikut terdampak. 

BACA JUGA: Ketua MPR: Pemulihan Ekonomi Sulit Dimulai Jika Pulau Jawa Gagal Kendalikan Covid-19

“Mengingat semua tantangan dan peluang dari situasi saat ini dan seterusnya, webinar ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kerja sama ekonomi kreatif antara Indonesia dan Filipina. Yang telah dibahas oleh kedua negara sejak 2019,” kata Frans Teguh. 

Lewat diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide kreatif dan solusi inovatif yang dibutuhkan dalam mendukung industri kreatif bagi masing-masing negara. 

“Saya percaya bahwa alih-alih bersaing satu sama lain, kita lebih baik dan lebih kuat bersama,” kata Frans Teguh. 

Hadir dalam webinar tersebut Wakil Dubes RI untuk Filipina Widya Rahmanto serta Anthony Rivera selaku Biro Pemasaran Ekspor, Departemen Perdagangan dan Industri Filipin, yang Keduanya menyambut baik rencana penguatan kerja sama promosi ekonomi kreatif antara kedua negara. Indonesia dan Filipina sama-sama menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional. 

Dalam kesempatan itu Dubes RI untuk Filipina Widya Rahmanto mengungkapkan jika Indonesia dan Filipina juga sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk menumbuhkan iklim dan ekosistem yang mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif. Sehingga ini menjadi peluang kita bersama, dan Kita punya semangat yang sama dan tantangan yang sama.

BACA JUGA: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Agustus Tahun Ini

Di saat yang sama dalam sesi diskusi menghadirkan sejumlah narasumber yakni Direktur Hubungan Antarlembaga Kemenparekraf/Baparekraf K. Candra Negara, Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Manila R. Kusuma Pradopo, Dosen Senior Kerajinan dan Tekstil ITB Kahfiati Kahdar, President and Founder of Creative Economy Council of the Philippines Paolo Mercado, dan President Animation Council of the Philippines Miguel Del Rosario. 

Kontribusi Ekonomi Kreatif

K. Candra Negara dalam paparannya mengatakan ekonomi kreatif memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data pada 2017, di Indonesia terdapat 17,68 juta atau 14,61 persen orang Indonesia bekerja di sektor ekonomi kreatif dengan nilai ekspor sebesar 19,84 miliar dolar AS di tahun yang sama. Empat subsektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah fesyen, kuliner, kriya, dan penerbitan. 

Melihat data tersebut, penting bagi Indonesia untuk dapat memperkuat posisi, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

“Dengan peningkatan kerja sama promosi di sektor ekonomi kreatif tidak hanya akan meningkatkan sektor tersebut, tapi juga menambah peluang kunjungan wisatawan,” kata K. Candra Negara. 

President and Founder of Creative Economy Council of the Philippines Paolo Mercado mengatakan, Filipina memiliki peta jalan ekonomi kreatif yang diusulkan oleh the Creative Economy Council of the Philippines (CECP). 

Filipina menargetkan dapat menjadi negara yang unggul di bidang ekonomi kreatif baik secara kuantitas dan kualitas di Asia Tenggara pada 2030. Periklanan, film, animasi, game development, dan desain akan menjadi lima sektor utama yang akan dijadikan penggerak utama ekonomi kreatif di Filipina. 

“Salah satu kekuatan dari ekonomi kreatif Filipina adalah sumber daya manusia. Indonesia adalah negara potensial untuk bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif,” kata Paolo Mercado. (sir/lna)

Post Terkait

banner 468x60