Harga Skincare Jadi Penyumbang Inflasi Kota Malang

  • Whatsapp
Inflasi Malang
Ilustrasi produk skincare. (Thinkstock)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Kenaikan harga emas, telur ayam ras dan skincare menjadi tiga komoditi teratas penyumbang inflasi di Kota Malang sebesar 0,06 persen. Sementara, Jawa Timur mencatatkan angka deflasi sebesar -0,29 persen, dan secara nasional tercatat deflasi -0,10 persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Sunaryo mengatakan, komoditi penyumbang inflasi terbesar adalah kenaikan harga emas sebesar 5,83 persen. Di Kota Malang, beberapa hari terakhir harga emas batangan mencapai Rp 1 juta lebih per gram.

"
"

Baca Juga

"
"

“Harga emas menyumbang inflasi dengan andil 0,04 persen,” ujar dia, Senin (3/8).

BACA JUGA: Harga Emas di Malang Tembus Rp 1 Juta per Gram

Sedangkan kenaikan harga telur ayam ras dan krim wajah masing-masing memberikan andil sebesar 0,04 persen dan 0,03 persen.

“Selain tiga komoditi itu, kenaikan komoditi lain juga menyumbang inflasi. Diantaranya kenaikan harga parfum, bumbu masak jadi, tarif pendidikan taman kanak, tahu mentah, cabai rawit, semangka, dan pengharum cucian,” kata dia.

Sementara, ada beberapa komoditi yang tercatat sebagai penghambat inflasi. Diantaranya penurunan harga daging ayam ras, tarif angkutan udara, bawang merah, mie, sabut deterjen bubuk/cair dan bawang putih.

“Komoditi sepatu anak, pepaya, jeruk, dan pasta gigi juga menjadi penghambat inflasi di bulan Juli,” papar dia.

Sunaryo menambahkan, berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Kota Malang disumbang oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,77 persen, disusul kelompok pendidikan 0,40 persen, kelompok penyedia makanan dan minuman 0,07 persen, dan informasi komunikasi serta jasa keuangan sebesar 0,03 persen.

BACA JUGA: Angka Inflasi Kota Malang Tertinggi di Jawa Timur

“Untuk kelompok penghambat inflasi disumbang komoditas pakaian dan alas kaki, perumahan dan bahan bakar rumah tangga, makanan dan minuman tembakau, kesehatan, rekreasi dan olahraga, transportasi, dan perlengkapan pemeliharaan rumah tangga,” tandas diam

Untuk diketahui, pada bulan Juli 2020, selain Kota Malang, daerah lain yang mengalami inflasi di Jatim yakni Kota Probolinggo dengan angka inasi 0,16 persen, Jember dan Banyuwangi 0,01 persen. Sedangkan daerah lainnya tercatat mengalami deflasi. Rinciannya, Kota Madiun -0,04 persen, Kota Kediri -0,06 persen, Kota Surabaya -0,41 persen, dan Sumenep -0,12 persen.(nda/lna)

Post Terkait

banner 468x60