Senin, November 29, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBusinessHarga minyak Turun jelang pertemuan kebijakan pasokan OPEC+

Harga minyak Turun jelang pertemuan kebijakan pasokan OPEC+

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – TOKYO – Harga minyak jatuh di perdagangan Asia pada perdagangan Senin pagi. Menjelang pertemuan kebijakan pasokan OPEC+ yang dapat memutuskan apakah reli harga baru-baru ini dapat dipertahankan. Terlebih ketika dunia dengan secara tidak reguler pulih dari pandemi COVID-19.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Minyak mentah Brent turun 24 sen atau 0,3 persen. Menjadi diperdagangkan di 79,04 dolar AS per barel pada pukul 01.43 GMT. Brent naik 1,5 persen minggu lalu, kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

Baca Juga: OPEC+ Prediksi Pasar Minyak Lebih Ketat hingga Mei 2022

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 27 sen atau 0,4 persen. Menjadi diperdagangkan di 75,61 dolar AS p[er barel, setelah naik selama enam minggu terakhir.

Harga minyak telah meningkat di tengah gangguan pasokan dan pulihnya permintaan global. Hal ini mendorong Brent pekan lalu ke level tertinggi hampir tiga tahun di atas 80 dolar AS per barel.

Baca Juga: Minyak Jatuh Setelah OPEC+ Setuju untuk Tingkatkan Pasokan

Selera risiko telah “didorong oleh meningkatnya kepercayaan pada peningkatan kuat dalam pertumbuhan global … ketika investor fokus pada pertemuan OPEC+ mendatang”, ANZ Research mengatakan dalam sebuah catatan.

OPEC+, yang mengelompokkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, dijadwalkan bertemu pada Senin.

Baca Juga: Pemerintahan Biden Dorong “Solusi Kompromi” dalam Pembicaraan OPEC+

Kelompok ini menghadapi tekanan dari beberapa negara untuk memproduksi lebih banyak minyak. Tujuannya guna membantu menurunkan harga karena permintaan telah pulih lebih cepat dari yang diperkirakan di beberapa bagian dunia.

OPEC+ setuju pada Juli untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari setiap bulan. Hingga setidaknya April 2022 untuk menghapus 5,8 juta barel per hari dari pemotongan yang ada. Tetapi empat sumber OPEC+ mengatakan kepada Reuters baru-baru ini bahwa produsen sedang mempertimbangkan untuk menambahkan lebih dari yang diharapkan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik karena Para Pedagang Menunggu Keputusan OPEC+

Peningkatan paling awal akan terjadi pada November sejak pertemuan terakhir OPEC+ telah memutuskan volume Oktober.

Reli harga minyak juga telah didorong oleh kenaikan harga gas yang lebih besar yang telah melonjak 300 persen dan diperdagangkan sekitar 200 dolar AS per barel. Mendorong peralihan ke bahan bakar minyak dan produk mentah lainnya untuk menghasilkan listrik dan kebutuhan industri lainnya.(nd3)

- Advertisement -spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img

BERITA POPULAR