Daging Ayam Jadi Faktor Inflasi Sepanjang November 2020

  • Whatsapp
inflasi malang
ilustrasi daging ayam. (Amanda/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sepanjang bulan November 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat angka inflasi sebesar 0,31 persen. Hal tersebut dipicu adanya kenaikan harga dari kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau, utamanya komoditas daging ayam.

Sementara, sepanjang bulan Januari hingga November 2020, tercatat inflasi tahun kalender Kota Malang sebesar 1,08 persen. Sementara inflasi Years on Years (YoY) tercatat sebesar 1,43 persen.

Baca Juga

BACA JUGA: Kenaikan Harga Daging Ayam, Menyebabkan Inflasi di Jember

Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo mengatakan, sepanjang bulan November 2020, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 1,20 persen dan memberikan andil terhadap inflasi sebesar 0,26 persen.

“Setelah selama tiga bulan berturut-turut Kota Malang mengalami deflasi, pada November 2020 terjadi inflasi sebesar 0,31 persen,” terang dia.

Sunaryo menguraikan, faktor penyebab inflasi lantaran adanya kenaikan pada komoditas daging ayam ras sebesar 5,21 persen, cabai rawit 56,33 persen, tarif angkutan udara 2,98 persen, dan telur ayam ras sebesar 5,60 persen.

“Sementara itu, komoditas bawang merah naik 13,96 persen, minyak goreng 3,20 persen, tarif kendaraan roda dua online sebesar 7,10 persen, cabai merah 13,63 persen dan bawang putih sebesar 6,64 persen,” papar dia.

Selain itu, lanjut Sunaryo, kelompok lain yang mengalami kenaikan harga adalah kelompok transportasi sebesar 0,41 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,23 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,05 persen.

“Kemudian, kenaikan harga juga tercatat pada kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,05 persen,” papar dia.

BACA JUGA: Inflasi Banyuwangi 0,07 Persen, Indikator Ekonomi Daerah Mulai Pulih

Kelompok Pengeluaran Stabil

Sementara itu, ada empat kelompok pengeluaran yang berada pada posisi stabil. Seperti, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan, kelompok pendidikan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, serta kelompok penyedia makanan dan minuman atau restoran.

“Untuk kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, tercatat mengalami deflasi sebesar 0,02 persen. Kemudian, perawatan pribadi dan jasa lainnya juga turun 0,28 persen,” kata Sunaryo.

Sedangkan komoditas yang menghambat inflasi alias mengalami penurunan harga, diantaranya adalah penurunan harga emas perhiasan sebesar 3,10 persen, dan tarif listrik sebesar 0,16 persen.(nda/lna)