Bukti Cinta Salawat, Bung Karna Jadikan PESONA Agenda Tahunan Pemkab Situbondo

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) setempat menggelar acara Pekan Salawat Nusantara (PESONA) 2022. Acara tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo.

Bukti Cinta Salawat, Bung Karna Jadikan PESONA Agenda Tahunan Pemkab Situbondo
Bung Karna menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan PESONA yang digelar Pemkab Situbondo. (Dok. Humas Pemkab Situbondo)

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) setempat menggelar acara Pekan Salawat Nusantara (PESONA) 2022. Acara tersebut berlangsung di Alun-alun Kota Situbondo.

 

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, membuka langsung kegiatan yang berlangsung selama enam hari ini. Yakni mulai hari Kamis hingga Selasa, 20-25 Oktober 2022.

 

Pria yang akrab disapa Bung Karna ini menegaskan, PESONA akan menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Sehingga bisa dipastikan acara tersebut bakal digelar setiap tahunnya.

 

"Pekan salawat nusantara ini bakal masuk kalender event Pemkab Situbondo. Sehingga menjadi agenda tetap Pemerintah Kabupaten Situbondo selama saya dan Nyai Khoirani menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Insya Allah seperti itu," ucapnya, Kamis, 20 Oktober 2022.

 

Lebih lanjut, pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini menyampaikan, tujuan dari kegiatan PESONA sendiri untuk memperingati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah. "Kalau kita cinta kepada salawat, maka kita cintai kepada Nabi Muhammad SAW," beber Bupati 55 tahun ini.

 

Menurut Bung Karna, di tahun-tahun yang akan datang, dirinya optimis PESONA diikuti oleh peserta dari luar negeri. "Kita berharap bahwa pekan salawat nusantara yang sekarang diikuti beberapa provinsi mulai dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, NTB dan Jawa Timur sendiri. Dan tahun depan (2023 -red) ini bisa berkembang. Beberapa tahun ke depan, kami kembangkan menjadi pekan salawat internasional," bebernya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia PESONA, Wawan Setiawan, menjelaskan acara tersebut diawali dengan kirab ancak agung yang digelar pada hari Rabu, 19 Oktober 2022. "Ada 70 ancak yang kami kirab mulai dari Kantor Pemkab Situbondo hingga Masjid Al-Abror. Dengan jumlah peserta sekitar 1.500 orang," tuturnya.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala BKAD Situbondo ini melanjutkan, lomba yang digelar PESONA adalah hadrah salawat al-banjari tingkat nasional. "Alhamdulillah kegiatan ini diikuti oleh oleh 47 peserta dari berbagai daerah di kabupaten/kota se-Indonesia," tutupnya.

 

Dari pantauan Jurnalis Nusadaily.com, PESONA diikuti oleh grup salawat dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Surabaya, Nganjuk, Probolinggo, Lumajang, Malang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Situbondo, Bali dan Lombok.

 

Selain itu, juga ada beberapa lomba, seperti salawat tibbil qulub, kaligrafi, fashion show bernuansa islami, lomba hadrah dan drumband. Di mana pesertanya adalah siswa-siswi mulai tingkat PAUD hingga SMA se-Situbondo.

 

Acara PESONA semakin meriah dengan hadirnya para pelaku UMKM baik kuliner maupun non kuliner. Pesertanya dari perbankan, BUMN, BUMD, SMP, SMP, PGRI, Ponpes dan lain sebagainya.

 

Hadir dalam acara itu, Wabup Nyai Hj Khoirani; Ketua TP-PKK Juma'ati Karna Suswandi; Pj Sekdakab Wawan Setiawan; KH. Jaiz Badri Masduki, KH. Abdul Hadi Khosin, Jajaran Forkopimda Situbondo dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Situbondo.

 

Untuk diketahui, Pemkab Situbondo senan tiasa mengajak masyarakat setempat untuk memberantas peredaran rokok ilegal di Kota Santri Pancasila. Karena keberadaannya jelas merugikan negara.

 

Sebab tidak ada pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

 

Pemkab Situbondo tahun 2022 mendapat alokasi DBHCHT sebesar Rp55.748.515.000. Yang dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus.

 

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (adv/fat)