Buang Air Kecil Higienis, Bentuk Urinoar Mana yang Sempurna Menghindari Cipratan?

Panggul urinoar harus sempit dan memanjang, dengan celah sempit di bagian kiri dan kanan. Selain itu, bagian panggul harus melengkung.

Buang Air Kecil Higienis, Bentuk Urinoar Mana yang Sempurna Menghindari Cipratan?
Berbagai desain urinoar. (University of Waterloo/dpa)

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Urinoar adalah perangkat sanitasi yang dikhususkan untuk buang air kecil. Penggunaan urinoar adalah dengan posisi berdiri dan dikhususkan untuk kaum laki-laki. Namun seringkali teriprat ketika menggunakannya dan menjadi kekacauan.

Bentuk mana yang bisa menghindari cipratan?

Dilansir dari Morgenpost, menurut peneliti, jenis urinoar khusus sebagian besar dapat mencegah cipratan air kencing saat berdiri.

BACA JUGA : Mensesneg Pratikno Hadiri Prosesi Siraman di Kediaman Erina...

Panggul urinoar harus sempit dan memanjang, dengan celah sempit di bagian kiri dan kanan. Selain itu, bagian panggul harus melengkung.

Penting agar aliran urin tidak mengenai dinding urinoar pada sudut 90 derajat. Sebaliknya, sudut 30 derajat sangat ideal, seperti yang diamati di alam dengan anjing yang mengencingi pohon.

Dinding urinoar dengan sudut semacam itu dapat mengurangi cipratan hingga sepersekian, terlepas dari ukuran orang yang sedang buang air kecil.

BACA JUGA : Mensesneg Pratikno Hadiri Prosesi Siraman di Kediaman Erina...

Urin tidak sengaja terciprat kembali. Masalah tersebut sudah ada sejak urinoar ditemukan lebih dari seabad yang lalu.

Upaya sudah dilakukan untuk membuat buang air kecil berdiri lebih higienis. Misalnya penambahan dinding sebagai penahan cipratan urin ke orang yang sedang buang air kecil.

Para peneliti dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada, dan Universitas Negeri Weber di negara bagian Utah, Amerika Serikat menguji berbagai bentuk urinoar untuk pengujian mereka. “Urinoar dengan kurva secara signifikan lebih baik dari pada desain konvensional,” simpulan penelitian dilansir Morgenpost.(jrm1/lal)