BPBD Ungkap Jalur Utama Denpasar-Gilimanuk Sudah Bisa Dilewati Kendaraan Besar

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan jalur utama Denpasar-Gilimanuk, di Kabupaten Jembrana, Bali, sudah dibuka untuk kendaraan besar. Sebelumnya jalur ini tertutup material banjir bandang.

NUSADAILY.COM – DENPASAR - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan jalur utama Denpasar-Gilimanuk, di Kabupaten Jembrana, Bali, sudah dibuka untuk kendaraan besar. Sebelumnya jalur ini tertutup material banjir bandang.

"Sekitar pukul 14.15 Wita, jalur utama Denpasar-Gilimanuk (sebaliknya) dibuka untuk kendaraan besar dengan penerapan strategi buka tutup," kata dia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/10) malam.

Ia menyebutkan material banjir bandang yang menutupi Jembatan Biluk Poh di Kecamatan Mendoyo, Jembarana, sejak kemarin sore Senin (17/10) sudah dibersihkan oleh tim gabungan.

"Dan kemarin sore pun sudah diberikan akses jalan khusus untuk kendaraan roda dua dan roda empat kecil. Hari ini, lanjut diberikan akses untuk mobil dengan kapasitas besar yang mengangkut bahan kebutuhan pokok dan logistik," ujarnya.

BACA JUGA : Banjir dan Longsor di Bali Menelan Korban Jiwa Sebanyak 6 Orang

"Kebijakan pembukaan transportasi melewati jembatan pasca diterjang banjir bandang ini diambil setelah pihak Balai Jalan dan jembatan melakukan assessment dan mengkaji kelayakan atau kekuatan jembatan secara visual dinyatakan masih layak," jelasnya.

Ia juga menyatakan hanya dalam hitungan beberapa puluh menit kemacetan, terutama mobil besar sudah bisa terurai baik yang menuju Denpasar maupun ke arah Gilimanuk, Bali.

Sementara, untuk penanganan bencana di wilayah Jembrana, fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di tempat pengungsian, pembersihan rumah penduduk yang terdampak dan masih melanjutkan pembersihan material di bawah jembatan.

Selain itu, korban yang sebelumnya dilaporkan terseret banjir sudah ditemukan oleh tim gabungan SAR dalam keadaan meninggal dunia dan pihaknya berkesempatan melayat ke rumah duka bersamaan dengan Bupati Jembrana beserta rombongan, untuk menyampaikan belasungkawa.

BACA JUGA : 3 Warga di Bali Hilang Terseret Banjir, Satu Tewas dan Dua Belum Ditemukan

"Dan lanjut menyampaikan adanya bantuan dari Pemprov Bali berupa santunan kematian sebesar Rp 15 juta rupiah," ujarnya.

Sebelumnya jalur arah Gilimanuk-Denpasar yang juga sempat ditutup akibat banjir bandang, telah lebih dulu dibuka pada  Senin (17/10) pukul 16.00 Wita. 

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gede Juliana mengatakan jalur dibuka setelah material kayu di Jembatan Biluk Poh, di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembarana, Bali, dibersihkan. Sistem buka tutup pun diterapkan dan kendaraan yang boleh lewat hanya roda dua dan roda empat pribadi.

"Untuk sepeda motor dengan mobil umum, tapi masih pelan-pelan kita masih melihat debit air," kata AKBP Juliana, saat dihubungi Senin (17/10).

Namun, bila terjadi banjir badang lagi dan air meluap jembatan tersebut akan ditutup lagi. Sementara, untuk truk dengan berkapasitas engkel kosong juga bisa lewat tapi hanya satu per satu.

Sementara, untuk truk berukuran dan muatan besar tidak bisa lewat di jalur tersebut dan bisa melewati jalur alternatif lewat Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Pihaknya, juga menyebutkan bahwa untuk kemacetan di jalur Gilimanuk-Denpasar sekitar 5 kilometer.(lal)