Bos Narkoba Kabur Usai Mobil Tahanan Prancis Disergap Kelompok Bersenjata

The Fly alias Mohamed Amra ialah pria 30 tahun yang dikenal sebagai pengedar narkoba ternama di Prancis utara. Dia ditahan sejak 10 Mei lalu atas tindakan perampokan dan selama empat hari terakhir mendekam di penjara Val de Reuil.

May 15, 2024 - 10:15
Bos Narkoba Kabur Usai Mobil Tahanan Prancis Disergap Kelompok Bersenjata

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Kelompok bersenjata mengenakan balaclava menyergap mobil tahanan di Eure, Prancis utara, pada Selasa (14/5) pagi hingga menewaskan dua sipir penjara dan melukai tiga orang lainnya.

Penyerbuan itu membuat bos gembong narkoba The Fly kabur hingga memicu perburuan besar-besaran oleh polisi. Insiden terjadi kala mobil tahanan melewati pintu tol Incarville, Eure.

The Fly alias Mohamed Amra ialah pria 30 tahun yang dikenal sebagai pengedar narkoba ternama di Prancis utara. Dia ditahan sejak 10 Mei lalu atas tindakan perampokan dan selama empat hari terakhir mendekam di penjara Val de Reuil.

Kantor kejaksaan Paris menuturkan Amra juga telah didakwa oleh jaksa di Marseille atas penculikan yang menyebabkan kematian. Sumber kepolisian di Marseille mengatakan Amra merupakan pengedar narkoba yang memiliki hubungan dengan geng "Kulit Hitam" yang kuat di kota itu.

Sejumlah gambar di media sosial memperlihatkan kelompok bersenjata mengenakan balaclava berputar-putar dekat sebuah SUV yang terbakar. Dikutip Reuters, SUV itu tampak menabrak bagian depan mobil tahanan.

Menteri Dalam Negeri Gérald Darmanin mengatakan perburuan besar-besaran telah dilakukan hingga melibatkan ratusan aparat.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Éric Dupond-Moretti mengatakan mobil tahanan diserang saat Amra sedang dibawa untuk menemui hakim investigasi di Rouen.

Moretti mengatakan dua petugas yang terluka berada dalam kondisi kritis.

"Tentu saja segalanya akan dilakukan untuk menemukan pelaku kejahatan tercela ini," katanya kepada BFM TV.

"Mereka adalah orang-orang yang hidupnya tak berarti apa-apa. Mereka akan ditangkap, diadili dan dihukum sesuai dengan kejahatan yang mereka lakukan," ujar Moretti menambahkan.

Insiden ini terjadi kala tingkat kejahatan termasuk perdagangan narkoba meningkat di Prancis hingga dianggap mencapai "titik kritis".

Banjir kokain yang masuk ke Eropa setiap tahun telah meningkatkan kejahatan terorganisir di seluruh benua, menyebabkan konfrontasi kekerasan dengan polisi dan perang wilayah antar geng yang mematikan.

"Serangan brutal ini menunjukkan ancaman kejahatan terorganisir sama besarnya dengan ancaman teroris," tulis Komisaris Dalam Negeri Uni Eropa Ylva Johansson di X.

"Kita harus melawannya dengan tekad yang sama."(han)