Bertambah, Korban Tewas di Tragedi Kanjuruhan Menjadi 134 Orang

Revano mendapat perawatan intensif dirawat di RSSA sekitar 20 hari sejak 1 Oktober lalu.

NUSADAILY.COM - SURABAYA -Satu korban tragedi Kanjuruhan, Revano yang menjalani perawatan di RSUD dr Saiful Anwar, Malang, Jawa Timur, meninggal dunia.

Direktur RSSA Kohar Hari Santoso membenarkan kabar duka itu. Revano mendapat perawatan intensif dirawat di RSSA sekitar 20 hari sejak 1 Oktober lalu.

"Ya benar," singkat Kohar dilansir dari CNNIndonesia.com, Jumat (21/10).

BACA JUGA : Proses Autopsi Dua Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan Mendadak Dibatalkan

Kohar belum menjelaskan penyebab Revano wafat. Selama di RSSA, korban dirawat di unit perawatan intensif atau intensive care unit (ICU).

Berdasarkan informasi, Revano merupakan Aremania asal Sumberpucung, Malang. Ia masih duduk di kelas XII SMA.

Dengan kematian Revano, maka jumlah korban tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia menjadi 134 orang.

BACA JUGA : Komnas HAM Minta Keterangan Suporter Timnas Indonesia soal Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober lalu. Insiden ini juga membuat ratusan orang terluka.

Komnas HAM dan TGIPF sepakat bahwa gas air mata memicu orang berdesak desakan keluar, mata merah, sesak nafas sampai meregang nyawa.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur Utama PT LIB Ahkmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris, dan Security Officer Suko Sutrisno.(lal)