Bantah Kesaksian, Bharada E Sebut Putri Candrawathi Tahu Skenario Penembakan Brigadir J

Bharada E membantah kesaksian Putri mulai dari sosok wanita misterius di rumah Bangka Ferdy Sambo hingga uang sebesar Rp1 miliar yang dijanjikan kepadanya.

Bantah Kesaksian, Bharada E Sebut Putri Candrawathi Tahu Skenario Penembakan Brigadir J
Bharada E ungkap Putri Candrawathi mengetahui rencana atau skenario pembunuhan Brigadir J. (Dok)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E membantah kesaksian istri mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dalam persidangan lanjutan kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J hari ini, Senin (12/12).

Bharada E membantah kesaksian Putri mulai dari sosok wanita misterius di rumah Bangka Ferdy Sambo hingga uang sebesar Rp1 miliar yang dijanjikan kepadanya.

BACA JUGA : Putri Candrawathi Cerita Dugaan Pelecehan Seksual, Sidang...

Ia menceritakan pada Juni lalu, Bharada E bersama Putri, Matius, Yosua serta anak perempuan Putri, Datia pergi ke arah Jalan Kemang. Usai menyusuri Jalan Kemang, mereka kemudian pulang ke rumah Bangka.

Bharada E mengaku melihat wanita misterius keluar dari rumah Sambo dalam kondisi menangis.

"Di sana datang Koh Elben dan Pak FS (Ferdy Sambo). Untuk ajudan yang standby di dalam cuma dua orang Yang Mulia yaitu almarhum dan Matius. Baik ajudan dan ART itu kami disuruh menunggu di pagar di luar di samping. Dan karena pada saat itu saya di luar saya lihat sendiri perempuan keluar dari rumah Yang Mulia menangis," kata Bharada E.

Kemudian, Bharada E juga membantah kesaksian Putri yang mengaku tidak berinteraksi dengan siapa pun selama perjalanan dari Magelang, Jawa Tengah menuju ke Jakarta.

BACA JUGA : Bharada E Ungkap Bahwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi...

Bharada E menuturkan saat itu sempat ada percakapan antara dirinya dengan Putri mengenai lokasi swab PCR setibanya di Jakarta.

"Ketiga, ibu PC membantah dan mengatakan lupa saat beliau mengajak saya untuk menyimpan senjata ke kamar di lantai tiga. Dan tadi sudah ditanyakan dari jaksa penuntut umum bagaimana saya mengetahui letak lemari di situ Yang Mulia," ujarnya.

Selain itu, Bharada E mengatakan bahwa Putri berada di lokasi yang sama saat dirinya bertemu dengan Sambo di lantai tiga rumah Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ia menyebut Putri juga mengetahui ihwal skenario tembak menembak antara Bharada E dengan Brigadir J.

"Pada saat Pak FS menjelaskan tentang skenario serta menyuruh saya menembak Yosua pada waktu itu Ibu PC ada di situ. Juga pada saat saya mengisi peluru, mengisi amunisi, Ibu PC juga ada di situ Yang Mulia," ucapnya.

"Seandainya cctv lantai dua dan lantai tiga rumah Saguling serta jalan Bangka itu ada, mungkin semuanya akan lebih terang dan ibu (Putri) mungkin tidak berani bohong di depan pengadilan," sambungnya.(lal)