Banjir Terjang Malaysia Terparah Sejak 5 Dekade, 10 Keluarga WNI Terdampak

Hujan bahkan terus berlanjut hingga menghambat bantuan. Banjir juga menyebabkan korban tewas dan ribuan mengungsi. Berikut informasi dan perkembangan terkait banjir di Malaysia.

Banjir Terjang Malaysia Terparah Sejak 5 Dekade, 10 Keluarga WNI Terdampak
Malaysia diterjang banjir. (AFP/MOHD RASFAN)

NUSADAILY.COM - JAKARTA - Banjir menerjang sejumlah wilayah di Malaysia mencakup Negeri Sembilan, Johor, Pahang, dan Malaka imbas hujan lebat sejak awal Maret lalu.

Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, jalan, deretan toko hingga rumah terendam banjir, terutama di bagian selatan Johor.

Hujan bahkan terus berlanjut hingga menghambat bantuan. Banjir juga menyebabkan korban tewas dan ribuan mengungsi. Berikut informasi dan perkembangan terkait banjir di Malaysia.

4 orang tewas

Polisi di Malaysia menyatakan empat orang tewas akibat banjir. Jumlah itu termasuk laki-laki dalam mobil yang terseret air dan sepasang lanjut usia yang tenggelam.

BACA JUGA : Titik Banjir di Jakarta Mulai Berkurang Menjadi 33 RT dan...

Ribuan orang mengungsi

Setidaknya 41 ribu orang dari enam negara bagian juga mengungsi akibat banjir itu.

Warga ramai-ramai berusaha menyelamatkan diri dan harta benda yang masih bisa diselamatkan agar tak rusak atau tersapu banjir.

10 Keluarga WNI terdampak

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, mengatakan sejauh ini terdapat 10 keluarga warga negara Indonesia yang terdampak banjir.

Ia memaparkan data tersebut berasal dari para WNI yang menghubungi hotline KJRI Johor.

"Tanggal 5 [Maret] ada 7 keluarga. Tanggal 3 [Maret] ada 3 keluarga," kata Sigit dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (6/3).

Selain itu, ia memperkirakan WNI yang terdampak banjir di area kerja KJRI Johor tak mencapai 15 atau 20 keluarga.

Air mulai surut

Sigit juga mengungkapkan air di beberapa wilayah mulai surut.

BACA JUGA : Titik Banjir di Jakarta Kembali Bertambah, Kini Jadi 82...

"Di beberapa tempat mulai surut, baru hari ini membaiknya. Tapi, memang belum normal. Beberapa tempat penampungan sementara juga sudah tutup, beberapa sudah kembali di rumah," ujar Sigit lagi.

Banjir terparah selama 5 dekade

Presiden Masyarakat Alam Malaysia Vincent Chow mengatakan banjir kali ini merupakan yang terburuk di Johor sejak 1969.

Ia juga menyoroti krisis iklim yang kian tak terkendali.

"Sekarang, cuaca tak bisa diprediksi. Perubahan iklim mengalahkan ahli cuaca," ungkap dia, seperti dikutip dari AFP.

Tak ditetapkan sebagai bencana nasional

Meski menjadi banjir terparah selama lima dekade, namun pemerintah Malaysia tak mendeklarasikannya sebagai bencana nasional.

"Ini tidak dikategorikan sebagai bencana nasional. Hari ini [langit] sudah cerah tidak ada hujan," ujar Sigit lagi.(lal)