Banjir Lahar Dingin Semeru Seret Alat Berat Penambang Sungai Mujur

Banjir lahar ini pun menyeret sebuah alat berat milik penambang bernama Bakar (50) di Sungai Mujur, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Beruntung pada saat kejadian operator alat berat sedang tidak berada di dalam kemudi.

NUSADAILY.COM – LUMAJANG - Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur sejak Jumat 14 Oktober 2022 malam, mengakibatkan banjir lahar dingin, Sabtu (15/10/2022).

Banjir lahar ini pun menyeret sebuah alat berat milik penambang bernama Bakar (50) di Sungai Mujur, Desa Nguter, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Beruntung pada saat kejadian operator alat berat sedang tidak berada di dalam kemudi.

"Alat berat saya terseret banjir lahar hingga 10 meter. Kondisinya mengalami kerusakan," ujar pemilik alat berat, Bakar, Sabtu (15/10/2022).

BACA JUGA: Awas! Jakarta Timur dan Jakarta Selatan Berpotensi Banjir...

Banjir lahar dengan material pasir dan batu menerjang sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan volume yang cukup besar. Salah satunya di aliran Sungai Regoyo, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Bahkan, banjir melampaui jembatan limpas yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Pasirian dan Kecamatan Tempursari.

Petugas BPBD kabupaten Lumajang mengimbau warga dan para penambang yang berada di daerah aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi banjir lahar Semeru.

BACA JUGA: Duh! Pabrik Tahu di Sukabumi Hanyut Terseret Banjir Arus Sungai Cibareno

"Kami mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai yang dialiri banjir lahar Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi banjir lahar," ujar Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, mengutip detikJatim.

Selain Sungai Mujur, banjir lahar Gunung Semeru juga menerjang sejumlah daerah aliran sungai yakni Besuk Kobokan, Besuk Sat, Leprak dan Rejali. Hingga kini, status Gunung Semeru masih level tiga atau siaga.(lna)