Bak Suara Tokek, Riuh Polemik Keaslian Sosok Pegi Tersangka Kasus Vina Cirebon

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Surawan mengatakan penangkapan dilakukan penyidik terhadap Pegi alias Perong di wilayah Bandung, pada Selasa (21/5) sekitar pukul 18.23 WIB saat yang bersangkutan pulang kerja sebagai kuli bangunan.

May 25, 2024 - 08:33
Bak Suara Tokek, Riuh Polemik Keaslian Sosok Pegi Tersangka Kasus Vina Cirebon

NUSADAILY.COM – BANDUNG - Kepolisian berhasil menangkap Pegi Setiawan alias Perong, satu dari tiga daftar pencarian orang (DPO) kasus pemerkosaan disertai pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi di Cirebon, Jawa Barat, pada 2016.

Namun penangkapan ini malah menuai tanda tanya di kalangan publik, apakah sosok Pegi yang berhasil ditangkap itu benar dalang dari peristiwa tragis yang menewaskan Vina dan Eky.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Surawan mengatakan penangkapan dilakukan penyidik terhadap Pegi alias Perong di wilayah Bandung, pada Selasa (21/5) sekitar pukul 18.23 WIB saat yang bersangkutan pulang kerja sebagai kuli bangunan.

"Sudah ditangkap, atas nama Pegi Setiawan. Ditangkap di Bandung," ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Rabu (22/5).

Polisi menyebut Pegi sempat berganti nama menjadi Robi saat bekerja sebagai kuli bangunan. Selain itu, Pegi juga berpindah-pindah lokasi, di antaranya Cirebon dan Bandung.

Dipertanyakan Hotman Paris

Pengacara kondang Hotman Paris mengaku menerima banyak pertanyaan warganet di Instagram miliknya mengenai keaslian sosok Pegi alias Perong.

"Halo Bapak Kapolda Jawa Barat, Halo Bapak Direktur Tindak Pidana Umum Polda Jawa Barat. Banyak netizen senang setelah salah satu dari DPO kasus pembunuhan Vina telah tertangkap yaitu Pegi atau Perong," kata Hotman di Instagram miliknya, Kamis (23/5).

"Namun, belakangan ini ada ribuan netizen yang komen di Instagramnya Hotman Paris yang menanyakan apakah itu asli Pegi atau Perong atau apa?" lanjutnya.

Hotman mengatakan banyak pertanyaan menyimpulkan DPO yang ditangkap bukanlah Pegi. Meski begitu, Hotman meyakini kerja-kerja profesional Polda Jawa Barat. Ia yakin DPO yang ditangkap tersebut benar Pegi.

Namun, Hotman mengusulkan agar Polda Jawa Barat menggelar konferensi pers secara terbuka dengan menampilkan DPO dimaksud.

"Ada baiknya apabila Kapolda Jawa Barat memerintahkan agar dilakukan konferensi pers secara terbuka dengan menampilkan secara fisik orang DPO yang tertangkap tersebut agar masyarakat bisa menilai apakah itu asli Pegi atau Perong," ucap Hotman.

Sosok Pegi tidak dikenal warga

Kepala Desa Kepongpongan, Talun, Kabupaten Cirebon, Wawan Setiawan mengungkapkan Pegi alias Perong tidak dikenal oleh warga.

Menurut Wawan, pelaku kasus dugaan pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap Vina dan Eki itu tidak pernah hidup di Desa Kepongpongan.

"Nah, sementara Pegi tersebut tidak dikenal oleh masyarakat karena yang bersangkutan itu tidak pernah hidup di Desa Kepongpongan. Jadi, di luar khususnya di kota," ujar Wawan dalam laporan CNN Indonesia TV.

Wawan menyebut Pegi sudah lama tidak hidup di Desa Kepongpongan. Ia pun mengaku bingung ketika polisi memburu Pegi, lantaran terdapat lima orang warganya yang bernama Pegi. Terlebih, tidak ada foto saat polisi mengumumkan Pegi berstatus buron.

"Pegi yang kemarin dibawa pihak Kepolisian itu kehidupannya di kota," kata dia. "Kotanya itu biasanya di Pelandakan Majasem, jadi tidak bergaul dengan pemuda Kepongpongan,"

"Kalau mainnya di sekitar SMP 11 atau Pelandakan karena orang tuanya juga tempat tinggalnya ke situ," lanjutnya.

Sementara itu, Nur, warga Desa Kepongpongan, mengaku tidak pernah melihat Pegi. Namun, ia mengatakan mengenal keluarga Pegi yang sering berjualan kerupuk.

"Belum pernah kelihatan. Tidak menyangka. Keluarganya jualan kerupuk sambal asem," ucap Nur.

Polda Jawa Barat buka suara

Polda Jawa Barat pun buka suara soal keaslian sosok Pegi alias Perong. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast mengatakan penyidik Ditreskrimum masih melakukan pendalaman.

"Masih pendalaman," kata Jules saat dikonfirmasi, Kamis (23/5).

Saat ditanya apakah yang didalami penyidik itu terkait dengan keaslian identitas Pegi. Jules hanya menjawab penyidik masih melakukan proses penyidikan.

Lebih lanjut, Jules hanya menyatakan saat ini Pegi telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, ia menyebut pihaknya belum bisa membeberkan soal jeratan pasal yang dikenakan terhadap Pegi.

"Belum bisa kita sampaikan," ujarnya.

Polda Jawa Barat diminta segera jawab keaslian sosok Pegi
Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) meminta Polda Jawa Barat segera menggelar konferensi pers untuk menjawab kegaduhan soal keaslian sosok Pegi alias Perong.

Pengamat kepolisian dari ISSES, Bambang Rukminto mengatakan langkah ini perlu diambil oleh Polda Jabar agar asumsi publik tak semakin liar.

"Harusnya sesegera mungkin menggelar konpers, agar asumsi-asumsi yang beredar di publik tidak semakin liar," kata Bambang saat dikonfirmasi, Jumat (24/5).

Bambang juga menyebut Polda Jabar semestinya merespon kegaduhan ini secara cepat. Hal ini sesuai jargon 'Presisi' di era kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Sesuai jargon presisinya Kapolri. Respon yang cepat dan transparansi itu mutlak dilakukan," ujarnya.(han)