Aturan yang Harus Dipatuhi Pengunjung di Resor Telanjang

Melansir New York Post, Senin (20/5/2024), adalah Karie Jane (57), ia mengoperasikan BHH Naturist Resort. Ia menyebut wisatawan bisa bebas tidak mengenakan pakaian, tetapi mereka tidak mentolerir perilaku cabul.

May 21, 2024 - 03:33
Aturan yang Harus Dipatuhi Pengunjung di Resor Telanjang

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Resor telanjang atau nudis kerap dianggap oleh orang awam sebagai resor yang begitu bebas.

Namun kenyataannya tidak demikian, tamu pun dilarang melakukan perbuatan cabul.

Wanita asal Inggris yang pindah ke Fuerteventura, Spanyol untuk membuka tempat resor pantai bagi kaum nudis menuturkan ketentuan tersebut. Itu karena ada beberapa perilaku tidak sopan yang dapat membuat tamu merasa tidak nyaman.

Melansir New York Post, Senin (20/5/2024), adalah Karie Jane (57), ia mengoperasikan BHH Naturist Resort. Ia menyebut wisatawan bisa bebas tidak mengenakan pakaian, tetapi mereka tidak mentolerir perilaku cabul.

Misalnya, orang mesum yang dengan jelas memperlihatkan ereksinya. Orang itu akan segera menghadapi hukuman berat hingga dikeluarkan dari tempat itu.

"Jika Anda melihat seseorang dengan ereksi yang jelas dan dengan sengaja menarik perhatian, beritahu penjaga pantai atau pihak berwenang tentang hal ini dan dalam banyak kasus, mereka akan diusir dan dilarang untuk kembali lagi," tulis situs web resort yang dimiliki Karie.

Namun, bagaimana jika ereksi terjadi tanpa diinginkan, khususnya bagi para pelancong yang awam? Tenang saja, ereksi bagi yang tidak sengaja tidak akan dihukum. Tetapi mereka perlu menutupi anggota tubuh mereka yang menonjol itu.

"Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan membalikkan badan di atas handuk, atau jika Anda berada di pantai, Anda bisa tetap berada di dalam air hingga situasi Anda lebih terkendali," kata Karie.

Tak hanya itu, bagi pengunjung yang tidak kuat menahan diri dan melakukan hubungan seks di tempat umum juga akan diusir hingga ancaman tuntutan lebih lanjut.

"Ini tidak hanya menyinggung, tapi juga ilegal," kata Karie di situs webnya, dan mengatakan bahwa tidak ada toleransi untuk perilaku seperti itu.

Sementara itu, di BHH Naturist Resort tidak melarang penggunaan kamera. Tetapi penggunaannya memiliki aturan ketat. Jika traveler kedapatan mengambil gambar kaum nudis tanpa izin, maka traveler akan diusir. Selain itu, pengunjung mesti berhati-hati saat mengambil foto dan memastikan tidak ada kaum nudis lain yang berada di latar belakang.

"Jika Anda akan mengambil foto, sebaiknya Anda memastikan bahwa semua orang yang ada di dalam foto tersebut telah mendapatkan izin dari Anda, atau Anda mungkin akan diusir," imbuh Karie.

Pengunjung yang melihat pengunjung telanjang lain dengan terlalu aneh seperti melongo juga akan diusir. Terakhir, pengunjung BHH juga diharapkan untuk duduk di atas handuk dan menutup kaki mereka untuk menjaga kebersihan publik.

"Etiket dalam setiap situasi, bukan hanya naturisme, adalah tentang rasa hormat dan perhatian kepada orang lain tentang perilaku kita sendiri," kata Karie.

"Dengan pantat telanjang, Anda harus selalu duduk di atas handuk demi kesopanan dan kebersihan kepada orang lain. Ini adalah salah satu contoh etiket yang kemudian mempromosikan kebaikan, pertimbangan, dan kerendahan hati," terangnya.(han)