AS Klaim Iran Kirim Pelatih Militer ke Krimea untuk Bantu Rusia

Pihak dari Gedung Putih menyampaikan pada 20 Oktober bahwa Iran telah mengirim pelatih militer ke Krimea untuk membantu pasukan Rusia dalam penggunaan drone buatan Iran di Ukraina.

NUSADAILY.COM - WASHINGTON D.C - Pihak dari Gedung Putih menyampaikan pada 20 Oktober bahwa Iran telah mengirim pelatih militer ke Krimea untuk membantu pasukan Rusia dalam penggunaan drone buatan Iran di Ukraina.

Melansir new.qq.com, pada 13 Oktober 2022 waktu setempat Ukraina, selama operasi militer Rusia melawan Ukraina, drone bunuh diri Rusia menyerang posisi tentara Ukraina.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa pasukan Rusia yang ditempatkan di Krimea telah menggunakan pesawat tak berawak Iran dan menggunakannya untuk melakukan serangan di seluruh Ukraina," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Price.

BACA JUGA : Pertama Kali Meghan Markle Bicara soal Kematian Ratu Elizabeth...

Menurut Reuters, Krimea membantu Rusia dalam melakukan operasi yang disebutkan di atas, dan mereka memiliki informasi yang akurat. Tapi Price tidak memberikan bukti.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Kirby mengatakan kepada media pada tanggal 20 Oktober bahwa Iran mengirim sejumlah kecil personel pelatihan dan personel dukungan teknis ke Krimea, sementara pesawat tak berawak dioperasikan oleh Rusia. 

BACA JUGA : Majelis Umum PBB Memilih 14 Anggota Baru Dewan Hak Asasi Manusia

Dia menekankan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan segala cara untuk mengekspos, menghalangi dan menghadapi pasokan amunisi Iran ke Rusia, termasuk menjatuhkan lebih banyak sanksi, sementara juga mempertimbangkan solusi pertahanan udara untuk Ukraina.

Negara-negara anggota Uni Eropa telah sepakat pada hari Selasa untuk menambahkan tiga individu Iran dan satu entitas ke daftar sanksi dengan alasan bahwa Iran memberi Rusia drone yang digunakan untuk menyerang Ukraina.

Namun pemerintah Iran telah berulang kali membantah bahwa Iran menyediakan Rusia drone untuk menyerang Ukraina, dan Kremlin bersikeras bahwa semua senjata yang digunakan di Ukraina berasal dari Rusia.(mdr2/lal)