Antisipasi Penyakit Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bung Karna dan Forkopimda Sidak Apotek

Antisipasi Penyakit Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bung Karna dan Forkopimda Sidak Apotek
Bupati Situbondo mengambil sejumlah obat sirup yang diduga mengandung EG dan DEG di salah satu apotek. (Dok. Humas Pemkab Situbondo)

NUSADAILY.COM - SITUBONDO - Bupati Situbondo, Karna Suswandi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah apotek yang ada di wilayah perkotaan, Senin (24/10/2022). Hal tersebut untuk mengantisipasi penjualan obat sirup yang mengandung etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Sebab dua pelarut tersebut diduga menjadi menjadi penyebab gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.

Hadir dalam Sidak tersebut, Wakapolres Kompol Pujiarto; Kasdim 0823 Mayor Inf. Sampak; Kasat Reskrim AKP Dedhi Ardi Putra; Kadinkes Dwi Herman Susilo; Kasatpol PP Buchari; Kabag Humas Pemkab Situbondo Agung Wintoro.

Kepala awak media, Bupati yang akrab disapa Bung Karna ini mengakui masih menemukan obat sirup yang diduga mengandung EG dan DEG yang masih masih dijual di Apotek. "Beberapa produk sudah kami amankan untuk tidak dijual kembali sampai ada instruksi lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, pria asal Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa ini mengungkapkan, Dinkes Situbondo sejauh ini belum menemukan kasus gagal ginjal akut pada anak. "Alhamdulillah di Situbondo belum ada," tegasnya.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kota Santri Pancasila ini menghimbau kepada orang tua untuk sementara waktu tidak memberikan obat sirup kepada anak. "Karena memang sirup ini digemari oleh anak-anak karena rasanya yang manis. Untuk sementara diganti dengan obat lainnya," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Republik Indonesia, Siti Nadia Tarmizi, menjelaskan daftar 102 obat yang disebut dilarang dijual di apotek masih diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal itu untuk memastikan obat-obat itu mengandung senyawa eliten glikol dan dietilen glikol melebihi ambang batas atau tidak.

Berikut daftar lengkap 102 obat sirup berbahaya yang dilarang dikonsumsi, dan ditarik dari pasaran, dijual apotek dan diresepkan dokter.

Afibramol; Alerfed Syrup; Ambroxol Syr; Amoksisilin; Amoxan; Anacetine Syrup; Antasida Doen; Apialys syr; Baby cough; Camivita; Caviplex; Cefspan Syrup; Cetrizin; Colfin Syrup; Cupanol Syrup; Curbexon Syrup; Curviplex Syrup; Depakene; Dextaco Syrup; Domperidon Syrup; Elkana Syrup; Eritromisin; Etamox Syrup; Fartolin Syrup; Ferro K; Hecosan; Hufabetamin; Hufagrip; Hufamag Plus Syrup; Ibuprofen; Ifarsyil Plus

Interzinc; Itamol Syrup; Klinik Tazkia; Paracetamol Syrup; Metronidazole Syr; Novachlor Syrup; Nytex; OBH Ane Konidin; Omedom Syrup; Omemox; Pacdin Pouch Syrup; Pamol; Paracetamol Syrup; Paraflu; Profilas Syrup; Psidii Syrup; Ranivel Syrup.

Kemudian Rhinofed; Rhinos Junior Syrup; Rhinos Neo drop; Rosidin; RSKM; Paracetamol Syrup; Sanmol Syr; Sanprima; Tempra: Termenza Syrup; UNIBEBI Cough Syrup; Vesperum; Vestein (Erdostein); Zenichlor Syrup; Zync Syrup; Zyncpro Syr; Asam Valproat Sirup; Carsida Magnesium Hydroxide; Carsida Simethicone; Carsida Alumunium Hydroxide; Hufabethamine Betametasone; Hufabethamine; Dexclorfeniramine meleat; Renalit natrium; Renalit kalium; Renalit Glucose; Renalit Cltrate; Renalit Chlorida; Hufallerzine; Promethazine HCI; Hufallerzine Glyceryl guaicolate; Hufallerzine Tinctur Ipecacuanhae; Hufagrip Chlorphenamine Meleate; Hufagrip Pseudoefedrin HCL

Hufagrip Chlorphenamine Meleate. 

Informasi tambahan, Pemkab Situbondo senantiasa mengajak masyarakat untuk ikut memberantas peredaran rokok ilegal. 

Sebab keberadaan rokok ilegal sangat merugikan negara. Karena tidak memberikan pemasukan dari sektor cukai. Sehingga berdampak terhadap penerimaan pemerintah daerah dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). 

Sementara itu, jumlah DBHCHT Pemkab Situbondo tahun 2022 sebesar Rp55.748.515.000. Dana tersebut dikelola oleh beberapa OPD. Di antaranya Dinsos, Diskoperindag, Disnaker, Dispertangan, Dishub, dan Dinas PUPP, Satpol PP, RSUD dr Abdoer Rahem, RSUD Besuki, serta RSUD Asembagus. 

Dana jumbo tersebut digunakan untuk pembangian BLT, pelatihan kerja, pembagian pupuk urea gratis kepada petani, pemasangan PJU, pembangunan RTLH, progam Tolop (tutup lubang -red), pembangunan jamban keluarga, progam sehat gratis (Sehati), penurunan angka stunting, pengadaan alat kesehatan (Alkes), rehap gedung rumah sakit, sosialisasi tentang cukai dan operasi pasar rokok ilegal. (adv/fat/wan)