Aliansi BEM Sumenep Soroti Tingginya Angka Kemiskinan di Sumenep

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) menyoroti tingginya angka kemiskinan di kabupaten setempat. Hal itu disampaikan mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati, Kamis 16 Mei 2024.

May 17, 2024 - 06:15
Aliansi BEM Sumenep Soroti Tingginya Angka Kemiskinan di Sumenep
Aksi Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) di kantor Pemkab Sumenep.

NUSADAILY.COM - SUMENEP - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Sumenep (BEMSU) menyoroti tingginya angka kemiskinan di kabupaten setempat. Hal itu disampaikan mahasiswa saat melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati, Kamis 16 Mei 2024.

"Angka kemiskinan di Sumenep tertinggi ketiga di Jawa Timur. Mana janji-janji bupati dan wakil bupati untuk membangun Sumenep," ungkap Ketua BEM Sumenep, Moh. Syauqi.

Massa aksi menilai tingginya angka kemiskinan di Sumenep tersebut merupakan wujud kurang seriusnya bupati dan wakil bupati dalam menangani persoalan kemiskinan.

"Jangan sibuk pencitraan di media sosial. Entaskan warga miskin, baik di daratan maupun kepulauan," tegas dia, menjelaskan.

Diketahui, kedatangan insan akademis itu menyoroti angka kemiskinan di Sumenep pada 2022 sebesar 18,76 persen atau setara 206.020 jiwa yang dinilai tinggi.

Selain itu, juga para mahasiwa menuntut agar pemerintah yang di komandani Achmad Fauzi Wonsojudo tersebut segera menuntaskan kemiskinan.

Saat melakukan orasinya, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan. Pertama; Pemkab Sumenep segera melakukan evaluasi terkait penerima bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Sumenep.

Kedua, Pemkab Sumenep segera memberikan bantuan terhadap 100 temuan masyarakat miskin dan ketiga, dalam waktu satu bulan harus tuntaskan masalah kemiskinan di Kabupaten Sumenep. 

Setelah berorasi sekitar satu jam di depan kantor bupati, massa berhasil masuk ke kawasan kantor Pemkab berlambang kuda terbang itu.

Mereka kemudian masuk hingga ke teras kantor bupati sambil terus berorasi dan meminta Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo atau Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah menemui mereka di luar kantor.

"Kami ingin bertemu langsung dengan bupati atau wakil bupati. Kami tidak mau ditemui perwakilan. Kami ingin menagih janji bupati/wakil bupati yang katanya akan melayani masyarakat," tegasnya.

Namun ketika massa merangsek ke teras kantor, bupati maupun wakil bupati tidak berada di kantor.

Hingga aksi selesai massa tidak ditemui bupati Sumenep. Akhirnya mahasiswa melalukan penyegelan di area Kantor Pemkab Sumenep dengan meletakkan banner di depan pintu masuk kantor, dan berjanji akan kembali lagi.

“Kami kecewa dan akan aksi lagi nantinya hingga ada jawaban dari bupati Sumenep,” jelas Syauqi, menegaskan. (nam)