Aktivis Iklim Dipenjara Karena Serang Lukisan Vermeer di Belanda

Tiga aktivis iklim ditangkap di Den Haag ketika mereka menyerang sebuah lukisan terkenal. Dua di antaranya sudah pernah menjalani hukuman penjara, kini orang ketiga juga sudah divonis.

Aktivis Iklim Dipenjara Karena Serang Lukisan Vermeer di Belanda
Aktivis Iklim

NUSADAILY.COM – DEN HAAG - Tiga aktivis iklim ditangkap di Den Haag ketika mereka menyerang sebuah lukisan terkenal. Dua di antaranya sudah pernah menjalani hukuman penjara, kini orang ketiga juga sudah divonis.

Melansir Spiegel.de, setelah protes di depan lukisan terkenal dunia karya Johannes Vermeer “Girl with a Pearl Earring” di Den Haag, aktivis iklim ketiga juga dijatuhi hukuman dua bulan penjara. Satu bulan hukuman ditangguhkan dalam masa percobaan, seperti yang diputuskan oleh pengadilan di Den Haag. Beruntungnya lukisan kaca di Museum Mauritshuis di Den Haag, Belanda, tidak rusak dalam aksi tersebut.

Pria kelahiran Belgia itu menuangkan pewarna merah minggu lalu dan kemudian menempelkan tangannya ke dinding di belakang lukisan itu. Dia telah menyesali perbuatannya di hadapan hakim. Pengacara pembelanya mengumumkan banding terhadap putusan tersebut.

Dua orang lainnya yang terlibat dalam aksi tersebut juga telah dijatuhi hukuman dua bulan penjara pada Rabu malam. Salah satunya mengajukan banding. Salah satu pria itu menempelkan kepalanya ke kaca bingkai. Yang lain merekam aksinya. Orang-orang itu tergabung dalam gerakan perlindungan iklim "Just Stop Oil".

Baca juga: Polisi Tangkap 37 Pendukung Presiden Brasil Bolsonaro

Serangan Dari Para Aktivis Iklim

Dalam beberapa bulan terakhir, para aktivis iklim telah mengorganisir serangkaian aksi dan blokade, beberapa di antaranya ditujukan pada karya seni terkenal.

Baca juga: Mayoritas Korban Tewas Tragedi Itaewon Perempuan, Kok Bisa?

Di Galeri Nasional London, mereka menghujani mahakarya Vincent van Gogh “Bunga Matahari” dengan sup tomat, di Potsdam para aktivis melemparkan kentang tumbuk ke sebuah karya impresionis Claude Monet. Pada bulan Agustus, dua aktivis terpaku pada sebuah karya Lucas Cranach the Elder di Galeri Gambar Berlin dan ke "Sistine Madonna" yang terkenal di dunia oleh Raphael di Dresden. (jrm3/lna)