Aksi Warga Israel Injak-injak Bantuan RI untuk Gaza Mendapat Kutukan Keras Kemenlu

Kemlu menyebut tindakan aparat keamanan Israel yang membiarkan aksi tersebut membuktikan bahwa Negeri Zionis terus berupaya dengan segala cara menghalangi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza.

May 16, 2024 - 20:33
Aksi Warga Israel Injak-injak Bantuan RI untuk Gaza Mendapat Kutukan Keras Kemenlu

NUSADAILY.COM – JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengutuk keras aksi blokade dan perusakan yang dilakukan warga sipil Israel terhadap bantuan kemanusiaan untuk warga Jalur Gaza, Palestina.

"Indonesia mengutuk keras blokade dan perusakan yang dilakukan oleh warga sipil Israel terhadap bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional bagi warga Gaza," bunyi pernyataan Kemlu RI di X, Kamis (16/5).

Kemlu menyebut tindakan aparat keamanan Israel yang membiarkan aksi tersebut membuktikan bahwa Negeri Zionis terus berupaya dengan segala cara menghalangi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza.

"Tindakan tersebut seharusnya ditindak dengan tegas dan dipastikan tidak terulang lagi," bunyi keterangan Kemlu RI.

Kemlu menegaskan jaminan terhadap kelancaran bantuan kemanusiaan memasuki wilayah konflik hingga mencapai warga sipil merupakan hal yang penting.

"Dewan Keamanan harus memastikan jaminan dari Israel bagi kelancaran pemberian bantuan kemanusiaan, guna mencegah memburuknya katastropi kemanusiaan di Gaza," demikian keterangan Kemlu RI.

Sebelumnya, sejumlah video beredar di media sosial yang memperlihatkan warga Israel menggelar protes dengan merusak dan menginjak-injak berbagai bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Dalam salah satu video yang diunggah The Guardian dan Al Arabiya, salah satu barang yang menjadi incaran yakni puluhan kardus mie instan yang tampak merek khas Indonesia, Indomie.

"Bantuan yang ditransfer Israel langsung ke tangan Hamas," bunyi pernyataan Order 9, kelompok yang mengorganisir protes, seperti dikutip Reuters.

Order 9 tak mau bantuan-bantuan ini memasuki Gaza. Sebab, kata mereka, bantuan ini akan dikontrol penuh oleh Hamas dan kelompok perjuangan Palestina itu tak akan tertarik untuk menyepakati negosiasi mengenai pembebasan para sandera.

Saat ini, pemerintah Israel memprediksi ada sekitar 130 orang yang masih ditawan Hamas di Gaza.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga kini telah menewaskan lebih dari 35 ribu warga Palestina. Mayoritas korban ialah anak-anak dan perempuan.

Warga Gaza semakin menghadapi bencana kemanusiaan hebat usai perbatasan Rafah, jalur masuk bantuan kemanusiaan yang menghubungkan Mesir dan Palestina, ditutup oleh Kairo.

Mesir menutup perbatasan di kota selatan Gaza itu lantaran pasukan Zionis melakukan serangan terbatas ke Rafah. Israel juga mengambil alih kendali perbatasan dari sisi Palestina dengan alasan mengamankan wilayah dari Hamas.(han)