Airplane Mode, Ternyata Ini Alasan Mematikan Sinyal Telepon Saat Penerbangan

Saat terbang penumpang pesawat diminta untuk mematikan sinyal telepon sampai waktu mendarat. Ini alasan mengapa hal itu harus dilakukan.

NUSADAILY.COM – JAKARTA = Saat terbang penumpang pesawat diminta untuk mematikan sinyal telepon sampai waktu mendarat. Ini alasan mengapa hal itu harus dilakukan.

Di zaman yang super canggih, kemajuan teknologi semakin berkembang pesat. Beberapa kebijakan penerbangan terus berubah, tapi tidak dengan mematikan ponsel.

BACA JUGA: Kondisi Iriana Jokowi Baik Setelah Terpeleset di Tangga Pesawat Kepresidenan


Padahal, kini banyak penerbangan yang memberikan akses wi-fi asal ada biaya tambahan. Mengapa ada wi-fi, kalau menyalakan ponsel tidak boleh?

"Perangkat ponsel mencari dan menghubungkan sinyal ke menara telepon saat penumpang berada di ketinggian 35.000 kaki. Saat pesawat berada di luar jangkauan menara ini, telepon akan mencari sinyal listrik intensif sebagai gantinya," seperti yang dikutip dari Star Daily.

Sinyal listrik ini berpotensi mengganggu peralatan navigasi pesawat dan sistem panduan pendaratan, serta peralatan kokpit.

Semakin canggih, smartphone dapat mengakses 5G. Kecanggihan ini dapat mengganggu penerbangan dengan munculnya suara-suara di headphone pilot.

BACA JUGA: Dua Pesawat Betabrakan Saat Pertunjukan di Dallas Amerika Serikat


"Tidak ada yang menginginkan pilot terganggu," tambahnya.

Selain pilot, pengeras suara yang digunakan oleh awak kabin juga akan bermasalah. Sinyal ponsel akan membuat suara denging di pengeras suara.

"Sampai saat ini belum ada kasus sinyal mengganggu kinerja navigasi pesawat yang terbukti. Tetapi hal itu tidak berarti tidak dapat terjadi," tutup pernyataan tersebut.(eky)