Tiga Raperda Inisiatif DPRD Banyuwangi Siap Dibahas Bersama Eksekutif

  • Whatsapp
Tiga Raperda Inisiatif DPRD
Wakil Bapemperda Ficky Septalinda saat membacakan hasil kajian tiga raperda inisiatif dewan, Selasa, 13 Oktober 2020. (ozi/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-BANYUWANGI- Badan pembentukan peraturan daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Banyuwangi telah merampungkan kajian. Yakni terhadap tiga rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif yang diajukan pada program legislasi daerah (prolegda) tahun 2020. Ketiga raperda inisiatif itu pun siap untuk dibahas bersama dengan eksekutif.

Ketiganya yakni Raperda tentang perubahan kedua Perda No.11 Tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Raperda tentang perubahan Perda No. 9 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangah, dan Raperda tentang perubahan Perda No. 5 Tahun 2011 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan.

Baca Juga

Hasil kajian tiga raperda inisiatif ini kemudian disampaikan Bapemperda dalam rapat paripurna internal dewan, Selasa 13 Oktober 2020. “Bapemperda sebagai representasi lembaga dalam fungsi legislasi telah melakukan kajian dan pematangan konsepsi terhadap tiga Raperda inisiatif DPRD,” kata Wakil Ketua Bapemperda, Ficky Septalinda.

Ada beberapa point yang menjadi focus kajian Bapemperda. Untuk Raperda tentang perubahan kedua Perda No. 11 Tahun 2014, pihaknya fokus pada upaya penguatan pemberdayaan masyarakat pelaku usaha ekonomi lokal, khususnya pengusaha kecil dan menengah dengan tetap memperhatikan terselenggaranya ketertiban umum dan ketertiban masyarakat.

Selanjutnya, dalam Raperda tentang perubahan Perda No. 9 Tahun 2013, Bapemperda ingin mempertajam terkait penegasan bahaya sampah atau limbah berbahaya yang dapat mengganggu fungsi lingkungan seperti sampah plastik dan limbah kimia berbahaya.

“Kemudian untuk Raperda tentang perubahan Perda No. 5 Tahun 2011 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, kita ingin memberikan jaminan kepastian hukum sekaligus pengendalian terhadap biaya penyelenggaraan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan dana partisipan masyarakat pada satuan lembaga pendidikan,” imbuhnya.

Tentu untuk menyempurnakan 3 raperda inisiatif tersebut, Bapemperda melaporkan hasil kajiannya tersebut kepada seluruh anggota dewan dengan harapan mendapatkan masukan, saran maupun pendapat dari fraksi-fraksi guna penyempurnaan dan pemantapan konsepsi rancangan regulasi daerah ini.

Setelah mendapatkan masukan, saran maupun pendapat dari fraksi- fraksi.  Rapat paripurna internal DPRD akhirnya menyepakati ketiga Raperda tersebut menjadi Raperda inisitaif DPRD. Dan agenda selanjutnya DPRD Banyuwangi sesuai dengan Tatib dan hasil rapat Badan musyawarah (Banmus) akan menggelar rapat paripurna penyampaian nota pengantar Raperda untuk dibahas  bersama eksekutif. (ozi/adv/cak)

Post Terkait

banner 468x60