Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBerita KhususTahun 2021, Rokok Sumbang Rp166 Triliun Penerimaan Negara dari Cukai

Tahun 2021, Rokok Sumbang Rp166 Triliun Penerimaan Negara dari Cukai

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SITUBONDO – Cukai rokok menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara dari sektor cukai. Yakni sekitar Rp166 Triliun atau 96 persen. Hal itu disampaikan oleh Ketua Kantor Bea Cukai Jember, Asep Monandar dalam acara Sosialisasi Perundang-undang Bidang Cukai dan Pemberantasan Rokok Ilegal, Selasa, 23 Nopember 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di Barokah Park, Kecamatan Asembagus.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Target penerimaan negara dari sektor cukai di tahun 2021 sebesar Rp173 Triliun. Dimana cukai rokok berkontribusi hingga 96 persen. Itu angka yang cukup besar,” ujarnya.

Asep Monandar mengatakan, dua persen penerimaan negara dari sektor cukai tiap tahunnya disalurkan kepada pemerintah daerah dalam bentuk dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

BACA JUGA: Sosialisasi UU Cukai, Sekda Situbondo: DBHCHT untuk Kesejahteraan Rakyat

“Makanya bapak-ibu sekalian kalau membeli rokok harus yang resmi. Dimana ditandai dengan adanya pita cukai, karena itu sebagai tanda bukti pelunasan cukai,” imbuhnya.

Asep Monandar menambahkan, dana ratusan Triliun tersebut nantinya digunakan untuk pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

“Mulai dari pembangunan jalan, jembatan, bendungan dan lain sebagainya. Berarti kontribusinya sangat nyata untuk pembangunan di negeri ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Asep Monandar mengungkapkan, pihaknya masih sering menemukan rokok ilegal yang diperjual belikan di pasar dan toko-toko kelompok di Situbondo. “Sehingga disini saya ingin mengajak bapak-ibu untuk memberantas peredaran rokok ilegal. Sebab mereka tidak membayar cukai, sehingga merugikan negara,” ucapnya.

Asep Monandar menyampaikan, akibat peredaran rokok ilegal negara mengalami kerugian hingga Rp7 Triliun.

“Dari survei yang dilakukan UGM ada 4,8 persen rokok ilegal yang beredar di masyarakat. Kalau dihitung negara mengalami kerugian yang cukup besar,” pungkasnya.

Asep Monandar menerangkan, ada empat jenis rokok ilegal. Yakni rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai bekas, rokok pita cukai salah peruntukan dan rokok polos atau tidak dilengkapi dengan pita cukai.

BACA JUGA: Bea Cukai Bangun RS Paru di Karawang Pakai Dana Cukai Tembakau

“Jadi kalau bapak-ibu menjumpai di pasar atau toko-toko kelontong. Bisa dipastikan itu adalah rokok ilegal,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Jember, Koramil Banyuputih dan 35 orang peserta. Terdiri dari, tokoh masyarakat, ormas, LSM, perangkat desa di Kecamatan Banyuputih, FKUB, forum anak, FPK, tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh perempuan. (fat/adv/kal)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily