Sentilan Bupati Jember untuk Pejabat yang Kerjanya Masih Lambat

  • Whatsapp
Bupati Jember, Hendy Siswanto saat berbicara dihadapan sejumlah pejabat. (nusadaily.com/ diskominfo)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Laju realisasi program oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember belum menunjukkan tanda-tanda percepatan.

Baca Juga

Kondisi tersebut tergambar dari minimnya serapan anggaran yang hanya pada kisaran 20 persen. Sehingga berarti, penggunaan anggaran mayoritas dipakai untuk belanja pegawai atau kebutuhan rutin.

Bupati Jember, Hendy Siswanto pun menyoroti hal ini karena merasa para pejabat yang menjadi penanggung jawab OPD rata-rata kinerjanya tergolong sangat lambat.

“OPD-OPD harus jujur,” ucap Hendy saat memimpin rapat koordinasi membahas penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2024 dengan mengundang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Jember, Hadi Mulyono, Sabtu, 26 Juni 2021.

Menurut Hendy, salah satu tugas Hadi cukup sentral dalam hal mengoordinir kepala-kepala OPD serta menyampaikan indikator kinerja mereka kepadanya.

“Pak Hadi harus beri catatan kepada saya, yang tidak jujur itu siapa saja,” tutur Hendy melanjutkan permintaannya.

Dia mengingatkan, tidak berlaku toleransi berlebihan bagi kepala OPD yang kerjanya kendor. Sebab, mereka adalah aparatur yang digaji negara untuk melayani masyarakat.

Pejabat berkewajiban merealisasikan program yang sudah dicanangkan guna menyerap anggaran dalam APBD. Supaya dampak dari penggunaan dana pemerintah dapat mendorong peningkatan perekonomian daerah.

“Ini harus ditingkatkan lagi. Minimal, pada 17 Juli kedepan serapan anggaran sudah mencapai 40 persen,” ungkap Bupati Hendy.

Hendy menegaskan, realisasi APBD sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Jember. Terutama untuk layanan dasar seperti sektor pendidikan, kesehatan, pangan, kesejahteraan sosial, dan infrastruktur.

Menyangkut RPJMD, sementara ini tersendat pada tahap penyusunan rancangan teknokratik. Dengan kata lain, sedang dibahas rencana pembangunan 5 tahun versi birokrat sebelum pelantikan kepala daerah baru.

Semestinya, RPJMD Jember sudah disusun oleh Bappeda jauh-jauh hari sebelum Hendy dan Wakil Bupati KH Muhamad Balya Firjaun Barlaman resmi menjabat pada tanggal 26 Maret 2021 silam. (adv/sut)