Kamis, Agustus 5, 2021
BerandaBerita KhususRomo Benny: Interlisasi Nilai Agama Harus Jadi Inspirasi dan Nilai Etis dalam...

Romo Benny: Interlisasi Nilai Agama Harus Jadi Inspirasi dan Nilai Etis dalam Moderasi Beragama

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf khusus dewan pengarah Pembinaan ideologi Pancasila ( BPIP) Antonius Benny Susetyo mengungkapakan bahwa penginterlisasian nilai agama harus menjadi Inspirasi dan nilai etis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan materi dalam kegiatan Webinar yang bertajuk Pangarusutamaan Moderasi beragama. Yang diadakan oleh Forum Kerukunan umat beragama (FKUB) Kalimantan Barat Senin 15 Maret 2021.

Pria yang akrab disapa Romo Benny ini menambahkan bahwa internalisasi harus dihayati dalam kehidupan. Karena menurutnya, Keragaman menjadi modal dalam membaangun kerukunan dalam kemajemukan.

“Apalagi di era digitalisasi seperti sekarang ini yang poenuh dengan kebisingan. Sehingga pada akhirnya manusia tereduksi dengan kebisingan,” ujar Romo Benny.

Dikesempatan itu juga Romo Benny menegaskan kembali bahwa era Digitalisi ini konten penuh dengan kebisingan, masalah adalah kemanusiaan yang tereduksi dengan teknologi. Orang bergerak tanpa rasa kemanusiaan dan hanya merespon secara spontan tanpa dipikirkan,

Sebelumnya, Ketua FKUB Kalimantan Barat Ismail Ruslan dalam sambutannyan mengatakan Jika Pihaknya mempunyai tanggung Jawab untuk menyampaikan gagasan berbangsa dan bernegara secara baik.

Diacara yang sama kepala satuan bangsa dan politik Kalimantan Barat Hermanus yang mewakili gubenur menjelaskan jika keragaman adalah pemberian dari Tuhan yang perlu dijaga.

Kerukunan Umat Beragama Merupakan Cita-Cita

“Terwujudnya umat beragama yang rukun merupakan cita cita dan perlu dijaga termasuk di Kalimantan Barat. Keragaman adalah pemberian dari tuhan yang perlu dijaga dengan kerukunan bergama umat rukun Indonesia maju,” ujar Hermanus.

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak Syarif yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa negara ini dibangun oleh orang yang beragaka. Sehingga tidak boleh ada penganut agama yang merasa lebih berhak tinggal di Indonesia.

“Negara kita dibangun oleh orang yang beragama. Sehingga tidak boleh ada satupun penganut agama yang lebih berhak hidup di Indonesia,” jelasnya.

Disaat yang sama, Plt. Kepala Pusat Masyarakat dan Budaya (PMB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ahmad Najib Burhani menjelaskan bahwa dalam mengutamakan moderasi beragama adalah berangkat dari pragmatif ke implementatif. “Permasalahan intolerasi yang sekarang terjadi di Indonesia adalah sikap intolerasi yang dianggap kebajikan,” ucapnya.

Turut hadir pula tenaga ahli staf Presiden Rumadi Ahmad yang dalam kesempatan tersebut ikut menyampaikan. Bahwa moderasi beragama harus diperkuat karena menurut dirinya agama dan budaya saling menopang dan tidak dipertentangkan,

“ Bangsa Indonesia mempunyai modal sosial yang historis untuk menjadi bangsa yang toleran dan moderat,” pungkas Rumadi Ahmad.(sir/aka)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments