Senin, September 20, 2021
BerandaBerita KhususReses Ketua DPRD Banyuwangi, Warga Wadul Kelangkaan Pupuk Subsidi

Reses Ketua DPRD Banyuwangi, Warga Wadul Kelangkaan Pupuk Subsidi

NUSADAILY.COM-BANYUWANGI- Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara menggelar kegiatan serap aspirasi (reses) di Desa Gumuk Kecamatan Licin, Minggu, 4 Oktober 2020. Dalam kegiatan tersebut, banyak curhatan masyarakat yang disampaikan kepada politisi PDI-Perjuangan ini.

Salah satunya berkaitan dengan kelangkaan pupuk bersubsidi di pasaran. Akibatnya, petani harus merogoh kocek lebih dalam karena terpaksa membeli pupuk non subsidi untuk perawatan tanamannya.

“Keluhan kami sebagai petani, pupuk subsidi ini sudah tidak ada. Ini pukulan bagi petani di tengah COVID-19. Akhirnya harus beli pupuk non subsidi yang harganya dua kali lipat dari pupuk subsidi,” kata Jauhari, salah satu petani setempat dalam reses Ketua DPRD Banyuwangi tersebut.

Jauhari dan petani lainnya berharap Wakil Rakyat memperjuangkan aspirasi mereka. “Kami berharap bapak Made selaku ketua DPRD dapat memperjuangkan kami para petani. Agar pupuk subsidi ini ditambah. Agar nasib petani tidak semakin sulit,” harapnya.

Menanggapi curhatan petani ini, I Made Cahyana Negara menyampaikan, kelangkaan pupuk bersubsidi diakibatkan kebijakan pemerintah pusat yang mengepras kuota pupuk subsidi nasional. “Hal ini terjadi di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Banyuwangi,” ungkapnya.

Eksekutif dan legislatif, kata Made, sebenarnya sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar menambah kuota pupuk subsidi di Banyuwangi. Hanya saja tambahan yang diberikan tetap tidak mencukupi untuk kebutuhan seluruh petani.

“Dari 61 ribu ton pupuk subsidi yang diusulkan, awalnya hanya 31 ribu ton saja yang disetujui. Kita minta agar ditambah, namun hanya 7 ribu ton saja tambahan yang disetujui,” sesalnya.

Kendati demikian, DPRD tetap berupaya agar kesulitan petani ini bisa mendapatkan solusi. Selain mengusulkan kembali kepada pemerintah pusat agar menambah kuota, pihaknya bersama Dinas Pertanian juga sudah mengalokasikan anggaran khusus untuk membantu petani.

“Kami mohon petani bersabar. Kita sudah berupaya meminta tambahan. Kita juga sudah menganggarkan Rp 10 miliar untuk membantu petani dalam bentuk bantuan pupuk organik cair. Memang harus ada pendampingan dari PPL karena banyak petani kita yang belum mengerti penggunaan pupuk organik,” tutup Made yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi ini. (ozi/adv/cak)

RELATED ARTICLES
- Advertisement -spot_img

popular minggu ini

AnyFlip LightBox Embed Demo

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

berita khusus

Pemkot Malang Alokasikan Dana Cukai Hasil Tembakau untuk Jaminan Kesehatan

NUSADAILY.COM - MALANG - Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Kesehatan memanfaatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Cukai Hasil Tembakau (CHT) untuk program pemenuhan dan penyediaan...