Pulihkan Perekonomian, Pemkot Mojokerto Salurkan Bantuan Modal dan Pelatihan Usaha

  • Whatsapp
usaha mojokerto
Pemkot Mojokerto menyalurkan bantuan modal dan gelar pelatihan usaha untuk pulihkan perekonomian. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Tak ingin warganya menjadi pasif dan tergantung dari uluran tangan pemerintah di tengah pandemi Covid-19, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyalurkan bantuan berupa modal dan pelatihan usaha untuk memulihkan perekonomian dan meningkatkan derajat kehidupan warganya.

Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag), memberikan pelatihan usaha dan bantuan permodalan.

Baca Juga

Sebagaimana Inkubasi Wirausaha di Bidang Pembuatan Cake yang dibuka oleh Ning Ita pada Senin, 29 Maret 2021 di Workshop Alas Kaki Surodinawan. Pada hari yang sama Ning Ita juga membuka Pelatihan Memasak bagi Usaha Mikro di Pendopo Kelurahan Blooto.

BACA JUGA: Sehari Dibuka Ning Ita, Gerai Produk Unggulan UMKM Ramai Pengunjung

Disampaikan oleh Plt. Diskoumperindag Ani Wijaya, bahwa pemberian pelatihan usaha khususnya inkubasi wirausaha adalah sebagai wujud upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi dampak Covid-19.

“Kedua adalah untuk memberikan stimulus menumbuhkan wirausahawan baru dan yang ketiga tentunya untuk mendukung peningkatan perekonomian Kota Mojokerto,” jelas Ani Wijaya.

Ia menambahkan bahwa pemilihan peserta inkubasi wirausaha adalah berdasarkan survei peminatan usaha yang telah dilakukan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos & P3A) sejak tahun lalu. Dan masing-masing peserta telah dikonfirmasi ulang peminatannya.

Tercatat inkubasi wirausaha di bidang pembuatan cake ada 450 peminat, namun untuk tahap pertama diikuti oleh 50 orang peserta dari Kelurhan Meri dan Kelurahan Kedundung.

“Pendampingan akan dilakukan kurang lebih selama 6 bulan, sehingga harus dipastikan bahwa semua peserta memang benar-benar memiliki niat dan kesungguhan untuk mengikuti inkubasi, karena output atau goal yang ingin dicapai bukannlah sekedar selesai pelatihan, tetapi benar-benar ingin menghasilkan wirausahawan baru,” tambahnya.

Sementara, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita, dalam pengarahannya menyampaikan bahwa pelatihan wirausaha ini ibarat memberi kail dan mengajarkan cara memancing sehingga mendapatkan ikan, tidak hanya memberikan ikan yang sudah siap dimakan.

“Dengan ini panjenengan tidak hanya diberi bansos, tetapi diberi modal keterampilan bagaimana caranya membuat kue yang enak, kue yang bisa dijual, kue yang mampu bersaing dengan kue-kue yang sudah banyak beredar,” kata Ning Ita.

Lebih lanjut Ning Ita menjelaskan, bahwa Kota Mojokerto memiliki potensi yang tinggi dalam bidang kuliner yang terbukti dengan semakin banyaknya usaha di bidang kuliner yang berkembang di masa pandemi. “Potensi inilah saya ingin yang berjualan adalah warga Kota Mojokerto bukan warga dari luar kota,” tegas Ning Ita.

“Kedepan ketika potensi Kota Mojokerto semakin berkembang, dengan adanya pembangunan tempat-tempat wisata baru seperti Kolam Renang Sekar Sari, Wisata Bahari Mojopahit di Rejoto, Pasar Benpas, Rest Area Gunung Gedangan, maka produk yang dibuat ini bisa menjadi jujukan orang-orang yang datang ke Kota Mojokerto,” lanjut Ning Ita.

Ia menambahkan, bahwa kedepan pemerintah akan memfasilitasi produk-produk UKM dari Kota Mojokerto untuk dipasarkan di pusat-pusat UKM.

BACA JUGA: Harlah Dekranasda ke 41, Ning Ita Launching Marketing Digital Platform dan Gerai Unggulan UMKM

Kepada para peserta pelatihan yang mayoritas perempuan ini Ning Ita berpesan agar para peserta tidak patah semangat dalam menghadapi persaingan usaha di bidang kuliner.

“Kalau terus berusaha mengasah keterampilan dan difasilitasi pemerintah dengan pelatihan dan modal usaha, maka harus yakin bahwa produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan kue lain yang sudah ada,” pungkasnya.

Untuk pelatihan memasak bagi pelaku usaha mikro, Diskoumperindag menghadirkan narasumber chef Pramu Wibawanto dan chef Moch. Hasyim yang merupakan chef Hotel Grand Dafam Surabaya.

Sedangkan untuk inkubasi wirausaha di bidang pembuatan cake bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja, Martha Anugerahani dan chef Masruchin dari PT Federal Food Internusa.(din/lna/adv)