Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBerita KhususPeringati HSN 2021, Ketua PWNU Jatim: Santri Harus Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

Peringati HSN 2021, Ketua PWNU Jatim: Santri Harus Komitmen Jaga Keutuhan NKRI

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MALANG – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 juga digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara daring, Jumat (22/10/2021). Dalam rangkaian seremonial tersebut, Ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar memberikan pesan terhadap para santri.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

“Selain tetap beribadah, beramal, mempraktekkan muamalah dan munakahan secara benar, santri harus terus berkomitmen menjaga keutuhan NKRI,” terang dia.

Selanjutnya, menurut Kiai Marzuki, santri harus tetap berbagi tugas. Membekali diri dengan berbagai keahlian dan pengetahuan lengkap maupun teknologi.

BACA JUGA: Peringati Hari Santri, Gus Jazil Sebut Santri Berkontribusi Berbangsa dan Bernegara

Maka santri diharapkan bisa masuk di pos-pos penting birokrasi. Seperti kementerian, BUMN, perusahaan, dan seterusnya.

“Karena santri punya full power membela NKRI. Sehingga punya kekuatan untuk mengisi dan menyelenggarakan pengajian bisa terjaga oleh santri,” papar kiai yang sekaligus Dosen Fakultas Humaniora UIN Malang ini.

Kiai Marzuki juga berharap bahwa santri tidak hanya mengaji, belajar agama, namun juga belajar ilmu apapun untuk bekal menjaga negeri. Sehingga santri tidak boleh bersantai-santai ataupun terlena dengan keadaan. Santri harus pintar, baik ilmu keagamaan yang diajarkan di pondok, maupun unggul di bidang akademik.

“Saya bangga ada santri akhlaknya baik, di kampus UM, UB, Unair masuk (jurusan/program studi) eksak mampu meraih IP 3.60 hingga 4.00 sangat luar biasa. Ini akan menjadi peluru ulama untuk kapanpun dan siap diterjunkan di kancah publik,” ujar dia.

Kiai yang pernah nyantri di Almaghfurlah KH Masduqi Mahfudz Mergosono Malang ini menambahkan, santri harus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sesuai bidangnya, jangan hanya setengah-setengah.

BACA JUGA: Walikota Malang Dinobatkan Menjadi Leader In Smart Governance

“Supaya itu tidak terjadi, santri harus lebih alim, harus lebih fasih, lebih pintar hadis daripada mereka. Kalau di luar ahli matematika, kimia, fisika, maka harus ada santri yang lebih dari itu,” jelas dia.

Dalam berdakwah, harus tetap realistis dengan keadaan lingkungan serta tidak lupa berdakwah dengan cara bil hikmah wal mauidhotul hasanan (dengan cara perilaku yang baik dan berbicara sopan santun).

“Kita harus mengajak gotong royong untuk tegakknya NKRI,” tandas kiai kelahiran Blitar tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Malang Drs. H Sutiaji berharap, para santri di era modern harus mampu mengikuti perkembangan zaman yang ada.

“Santri tidak pernah bergantung pada orang lain, hanya bergantung pada Allah. Tunjukkan bahwa santri memiliki kemampuan dan mudah-mudahan mendapat rida Allah,” katanya.

Sutiaji juga berharap agar para santri mampu mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki dan bisa berdaya.

Utamanya, di bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), yang saat ini tengah digencarkan di seluruh Indonesia.

“Maka, di ponpes, bisa diterapkan one pondok one UMKM, dari pondok, bisa mengubah zaman,” tegas dia optimis.(nda/lna/adv)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily