Sabtu, Januari 22, 2022

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBerita KhususPeringati Hari Wayang Nasional, Disparta Tonjolkan Seni Tradisi sebagai Destinasi Wisata Budaya...

Peringati Hari Wayang Nasional, Disparta Tonjolkan Seni Tradisi sebagai Destinasi Wisata Budaya Kota Batu

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Pagelaran wayang kulit berlakon ‘Laire Gathutkaca’ dipentaskan dalam memperingati Hari Wayang Nasional 2021. Dinas Pariwisata Kota Batu menginisiasi pertunjukkan seni tradisi itu untuk memperingati Hari Wayang Nasional 2021. Pementasan seni tradisi budaya itu diselenggarakan di hall Hotel Arjuna, Taman Rekreasi Selecta Kota Batu pada Sabtu malam (28/11). 

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq menyampaikan, pertunjukkan itu juga menampilkan dalang-dalang cilik dari Sanggar Seni Karawitan dan Pedhalangan Kridha Manggala Laras  (KML) Kota Batu.

Arief menuturkan, pementasan wayang kulit yang dibawakan oleh dalang cilik sebagai bentuk komiten Disparta agar kesenian ini tetap lestari. Sehingga perlu ada regenerasi berkelanjutan agar wayang kulit yang syarat dengan nilai adiluhung tak tergerus oleh zaman. “Makanya kami bina secara kelembagaan dan membina generasi muda,” kata Arief.

Menurutnya, seni tradisi, seperti wayang kulit harus dikenalkan kepada anak-anak sejak dini untuk menumbuhkan ketertarikan.  Karena seni tradisi mengandung nilai-nilai yang digali dari kearifan lokal dan cerminan karakter budaya bangsa. Nilai-nilai baik yang terkandung dalam dunia pewayangan selalu memberikan keteladanan bagi kehidupan manusia sejak ratusan tahun lalu, saat ini, hingga masa yang akan datang. 

“Keteladanan dari dunia pewayangan ini sangat penting untuk membangun karakter dan pilar peradaban bangsa serta perekat kebinekaan. Wayang tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga media menyalurkan pemikiran dan ketaladan lewat setiap pergelaran atau pementasan,” urai Arief.

Seni tradisi wayang kulit ini juga sebagai komitmen Disparta Kota Batu untuk menghadirkan destinasi budaya. Apalagi, lanjut Arief, di Kota Batu terdapat Gunung Arjuno yang secara topomini sangat identik dengan lakon pewayangan.

“Kota Batu sebagai bagian dari Indonesia tentu harus mewujudkan keanekaragaman budaya bangsa. Makanya kami berkomitmen menjadikan wayang kulit sebagai destinasi wisata utama,” cetus Arief.

Lakon ‘Laire Gathutkaca’ yang dipentaskan dalam acara tersebut menceritakan, kelahiran putra kedua Raden Werkodara dengan Dewi Arimbi. Gathutkaca terlahir dengan segala kekuatan yang terkadung pada dirinya. Atas anugrah dewata kelahiran Gathutkaca disempurnakan dengan “dijedhi” di kawah Candradimuka bersama dengan pusaka – pusaka kahyangan. 

Ia dipersiapkan oleh dewa untuk melawan angkara murkaan dari Raja Gilingwesi, Prabu Kala Pracona bersama Patih Sekipu yang akan mengacaukan kahyangan dan berniat melamar Bathari Supraba. 

Gathutkaca merupakan simbol golongan muda yang turut berjuang untuk memerdekakan bangsanya. Sebagai generasi muda, sudah sepantasnya mencontoh pada kegigihan Raden Gathutkaca yang sangat memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Selain hal tersebut, juga harus memiliki budi pekerti luhur yang menjunjung tinggi harkat martabat keluarga dan nusa bangsa.Dengan spirit dan kegigihan yang tercermin pada diri Raden Gathutkaca, dalam Hari Wayang Nasional 2021 ini menggugah semangat para pemuda bangsa untuk “sengkut gumregut” membangun bangsa Indonesia bangkit dari keterpurukan selama masa pandemi covid-19. (wok/adv/wan)

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Perampok di Sukun Malang Tertangkap di Taman Dayu Pandaan ##tiktokberita

♬ original sound - Nusa Daily