Pengelolaan Masih Berjalan Parsial, Disparta Kota Batu Perkuat Kelembagaan Desa Wisata

  • Whatsapp
Disparta Kota Batu menggelar rapat kerja desa wisata mengulas penguatan kelembagaan desa wisata untuk memacu pengembangan potensi-potensi desa agar bisa menjadi daya tarik yang dapat mendatangkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu
Disparta Kota Batu menggelar rapat kerja desa wisata mengulas penguatan kelembagaan desa wisata untuk memacu pengembangan potensi-potensi desa agar bisa menjadi daya tarik yang dapat mendatangkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU-Kota Batu gudangnya destinasi wisata yang bermunculan tiap-tiap desa. Namun pengelolaan desa wisata yang menyuguhkan beragam destinasi masih berjalan parsial belum ditangani secara profesional. Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu ingin memperkuat kelembagaan Desa Wisata demi pengelolaan lebih baik. 

Hal tersebut dilontarkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq saat menghadiri Rapat Kerja Desa Wisata. Agenda yang mengusung tema ‘Peningkatan Kapasitas dan Optimalisasi Peran Kelembagaan Desa Wisata’ ini, dihadiri seluruh kepala desa dan pengelola desa wisata Kota Batu di Balai Desa Oro-Oro Ombo, Kamis (4/3/2020).

Arief mencontohkan, potensi-potensi wisata di Kelurahan Dadaprejo yang memiliki budidaya tanaman anggrek, kerajinan gerabah hingga industri kerajinan peralatan rumah tangga. Ia ingin, dalam satu tarikan nafas, destinasi wisata yang ada di desa bisa saling menghidupkan.

“Namun belum ada kolaborasi antar destinasi wisata yang dikemas dalam bentuk paket yang saling mendukung antar destinasi. Semua masih parsial,” timpal Arief dilansir Nusadaily.com.

Untuk itu pihaknya menekankan pentingnya penguatan kelembagaan desa wisata agar bisa menjadi destinasi wisata unggulan di tahun 2021 nanti. Penguatan kelembagaan desa wisata merupakan sebuah program yang difokuskan Dinas Pariwisata saat ini.

Dalam kelembagaan itu akan dibentuk struktur kepengurusan yang diisi oleh sosok berkomitmen dan memiliki kapasitas mengelola desa wisata. Melalui kelembagaan itu disiapkan pula akses informasi potensi desa dengan memanfaatkan medsos maupun website. Sehingga bisa mempromosikan paket-paket wisata.

“Pengelola wisata juga akan diberi seragam agar tampil menarik. Juga ada pembagian pola kerja yang jelas sehingga bisa dikelola profesional. Agar bisa memacu lebih jauh, Disparta akan melibatkan pelaku jasa wisata transportasi dalam hal promosi,” papar Arief.

Wujud dukungan pengembangan dan penguatan lembaga desa wisata direspon Disparta dengan menghadirkan pakar kelembagaan desa wisata. Sehingga pengelola desa wisata memiliki pengetahuan strategi dalam membangun kolaborasi untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa.

“Maka dari itu, kami menghadirkan Ketua Pokdarwis Jawa Timur, Purnomo Anshori. Itu karena, dia sudah sukses membangun sebuah desa wisata. Serta berhasil menjuarai pada tingkat nasional lomba desa wisata,” ujarnya. 

Dengan adanya hal ini pihaknya berharap pengurus desa wisata bisa semakin terpacu. Sehingga bisa segera memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Pihaknya menargetkan pada tahun 2021 ini, desa wisata bisa selesai secara tuntas dan beroperasi secara maksimal. Demi terwujudnya Desa Berdaya Kota Berjaya. 

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jawa Timur, Purnomo HM Anshori melihat potensi yang besar jika desa wisata bisa berjalan optimal. Destinasi wisata akan semakin lengkap dengan munculnya desa wisata. Karena selama ini Kota Batu masih identik dengan destinasi wisata yang dikelola investor.

Sinergi antar desa dengan sendirinya akan meningkat melalui munculnya destinasi-destinasi. Meski begitu, butuh proses yang tidak instan untuk meraih sebuah keberhasilan. Harus ada orang-orang yang memiliki komitmen tinggi memacu tumbuhnya desa wisata.

“Sekarang semangat, besok juga harus tetap semangat. Maka dari itu, semangatnya harus terus dipompa. Hingga hadirnya desa wisata yang berkelas bisa terwujud,” jelasnya. (wok/adv/wan)