Pemkot Mojokerto Telah Distribusikan 15.609 SIM Card Gratis, Bisa Diakses Senin Besok

  • Whatsapp
Pendistribusian SIM Card gratis untuk siswa Kota Mojokerto telah selesai dilakukan. (din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto telah mendistribusikan 15.609 SIM Card gratis kepada siswa di 52 Sekolah Dasar Negeri (SDN), dan 9 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) untuk kemudahan pembelajaran daring.

Baca Juga

Pendisitribusian dari pihak provider dilakukan sejak 28 Juli 2020 lalu oleh PT. Indosat Tbk. Kemudian dilanjutkan Pemkot Mojokerto sejak 29 Juli 2020 hingga 30 Juli 2020 ke pihak SD Negeri dan SMP Negeri yang tersebar di kota yang memiliki slogan Spirit Of Majapahit tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid menjelaskan kepada Nusadaily.com, pendistribusian SIM Card sengaja dilakukan bertahap kepada orang tua siswa sekaligus penjelasan mekanisme penggunaan Paket Data Gratis tersebut.

BACA JUGA: Pertama di Indonesia, Pemkot Mojokerto Beri Paket Data Gratis pada 15.609 Siswa

“Pendistribusian ini kami laksanakan dalam dua hari agar tidak terjadi kerumunan dan tetap menggunakan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid – 19 saat ini,” ucapnya melalui pesan singkat.

Pihak sekolah juga diminta mengirimkan data nama siswa, beserta nomor SIM Card yang didapatkan kepada PT. Indosat Tbk. Untuk kemudian didata dan input pada sistem pembelajaran daring sejak 30 hingga 31 Juli 2020.

Sehingga proses mapping IP Address antara provider dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mojokerto sekaligus uji coba Aplikasi pembelajaran daring bisa dilakukan hari ini, Sabtu, 1 Agustus sampai dengan esok Minggu, 2 Agustus 2020.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, memastikan jika ribuan SIM Card yang diperoleh siswa bisa digunakan pada Senin, 3 Agustus 2020 nanti. Lengkap dengan paket data serta aplikasi pembelajaran daring yang siap digunakan.

BACA JUGA: Ning Ita Beri Paket Data Gratis Bagi Siswa SD dan SMP untuk Jalani PJJ

“Bisa memanfaatkan betul, tinggal kesiapan masing-masing sekolah dalam menyiapkan video, materi pembelajaran. Apakah semuanya sudah siap itu yang nanti perlu kita lihat lagi senin depan,” ucap Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.

Video Pembelajaran

Sosok wanita keibuan ini, menyampaikan, pihak sekolah dalam prosesnya dituntut untuk menyiapkan video tutorial, sesuai dengan mekanisme atau teknis di masing-masing sekolah, baik itu SDN maupun SMPN di Kota Mojokerto.

“Untuk SD otomatis kelas 1 sampai kelas 3 metode kerjanya akan berbeda dengan metode kelas 4 sampai kelas 6. Begitupun yang SMP, dilihat usia karena menentukan cara tangkap anak terhadap materi yang dilakukan para pengajar,” imbuhnya.

Ia berharap, dengan metode yang berbeda ini, ketuntasan kurikulum yang menjadi salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, masih tetap bisa tercapai walau di tengah pandemi Covid – 19.

“Kita tidak ingin pandemi berakhir kuantitas pendidikan menjadi turun, karena SPM di bidang pendidikan khususnya ketuntasan kurikulum hanya bisa dicapai oleh sekolah-sekolah,” tandas Ning Ita sapaan akrabnya. (din/lna)

Post Terkait

banner 468x60