Pemkab Jember Teken 64 Kontrak Proyek Pemeliharaan Jalan dan Drainase

  • Whatsapp
pemkab jember
Penandatanganan kontrak pemeliharaan jalan dan drainase dari proyek Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember. (nusadaily.com/ Diskominfo Pemkab Jember)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Bupati Jember, Hendy Siswanto menyaksikan langsung penandatanganan kesepakatan kontrak bersama antara Dinas PU Bina Marga SDA dengan para kontraktor yang bakal menggarap jenis proyek penunjukan langsung.

Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan 257 paket proyek penunjukan langsung dalam upaya memelihara infrastruktur jalan dan drainase dengan anggaranya dari APBD tahun 2021 sebesar Rp51 miliar.

Baca Juga

BACA JUGA: Sentilan Bupati Jember untuk Pejabat yang Kerjanya Masih Lambat

“Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur ini nantinya harus dikerjakan secara benar dan sesuai aturan,” tegas Hendy dalam keterangan resminya, Senin 28 Juni 2021.

Dia menyatakan demikian, karena tidak ingin pengalaman buruk pengerjaan proyek di masa lalu kembali terulang. Sebab, dalam dua tahun berturut-turut Jember menuai masalah krusial.

Yakni, mendapat opini audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berupa predikat disclaimer untuk tahun anggaran 2019 dan tidak wajar bagi tahun anggaran 2020.

“Para kontraktor harus saling membantu membuatkan laporan dengan jujur. Untuk Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA, sebelum pekerjaan selesai betul, jangan dibayarkan 100 persen mengingat pengalaman dua tahun sebelumnya,” tutur Hendy.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Bina Marga dan SDA Jember, Rahman Anda sementara ini terdapat 64 kontrak paket proyek penunjukan langsung yang sudah dibuatnya.

“Tahap awal 64 kontrak. Terdiri dari 42 pemeliharaan jalan dan 22 kontrak untuk drainase,” jelasnya.

Proyek ini bertujuan untuk memperbaiki kerusakan jalan yang mengalami kerusakan ringan berupa penutupan lubang-lubang kecil. Selain itu, membenahi saluran air atau drainase yang hanya membutuhkan anggaran paling banyak Rp200 juta.

BACA JUGA: Cegah Resiko Penularan Covid, Pemkab Jember Lakukan Tes Swab Antigen Gratis Terhadap 1000 Orang

Rahman menyampaikan, berikutnya bakal menyusul kontrak lanjutan yang saat ini masih dalam tahap proses seleksi untuk memenuhi 257 paket. Rekanan diseleksi secara terbuka melalui jaringan online walaupun dari jenis proyek penunjukan langsung.

Dinas PU Bina Marga dan SDA memakai situs resmi layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dengan sistem seleksi yang terkoneksi dengan Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) dalam memilih rekanan.

“Mulai sekarang, PU Bina Marga dan SDM untuk proyek penunjukan langsung tidak lagi memakai cara manual seperti dulu,” urai alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya itu.

Sehingga, profil tiap calon rekanan yang mengajukan tawaran dapat diketahui. Semisal SBU (Sertifikat Badan Usaha) nya mati, belum membayar BPJS Ketenagakerjaan, punya tunggakan pajak maupun tidak membayar kekurangan volume pekerjaan hasil audit BPK, maka dipastikan otomatis terdeteksi.

Rahman berpendapat, sistem elektronik pada seleksi rekanan paket penunjukan langsung lebih efektif. Disamping itu berguna menciptakan persaingan sehat untuk mencegah terjadinya korupsi, kolusi, nepotisme, dan bahkan monopoli usaha. (sut/adv)