Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBerita KhususPedagang Kelontong Kota Batu Perpanjangan KPPBC TMC Malang Berantas Rokok Ilegal

Pedagang Kelontong Kota Batu Perpanjangan KPPBC TMC Malang Berantas Rokok Ilegal

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Cukai (KPPBC TMC) Malang ditarget menghimpun perolehan cukai sebesar Rp 20,3 triliun. Per September 2021 perolehan cukai terealisasi 67,06 persen atau sebesar Rp 15,8 triliun.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Masih maraknya peredaran rokok ilegal menjadi ganjalan dalam menghimpun pendapatan negara dari sektor cukai. Dari data yang disajikan, di tahun ini ada 162 penindakan bagi pelanggar ketentuan cukai untuk kawasan Malang Raya. Potensi kerugian negara dari peredaran barang ilegal mencapai Rp 5 miliar.

Untuk menekan peredaran rokok ilegal, KPPBC TMC Malang bekerja sama dengan Bagian Perekonomian dan SDA Kota Batu menggelar sosialisasi ketentuan bidang cukai. Para peserta merupakan pedagang kelontong yang berada di Desa Sidomulyo, Kota Batu (Kamis, 21/10). Totalnya ada 60 peserta yang merupakan kalangan pedagang.

Pelaksana Penyuluhan Informasi KPPBC TMC Malang, Puteri Satria Indaryati menyampaikan, para pedagang ini diberikan materi pengetahuan jenis rokok ilegal. Ada 5 jenis rokok ilegal jika mengacu pada UU nomor 39 tahun 2007 tentang cukai. Di antaranya yang paling banyak ditemui rokok polos atau tanpa dilekati pita cukai. Berikutnya, dilekati pita bekas ataupun pita palsu. Modus lainnya penempelan pita cukai rokok yang salah kode personalisasi dan salah peruntukkannya. 

“Kami menggandeng para pedagang sebagai kepanjangan tangan kami memutus mata rantai peredaran rokok ilegal. Di situ jelas ada sanksi admnistrasi bahkan pidana bagi yang mengedarkan rokok ilegal,” papar Puteri usai kegiatan sosialisasi ketentuan bidang cukai (Kamis, 21/10).

Ia menyampaikan, maraknya peredaran rokok ilegal cukup merepotkan otoritasnya. Karena mengganggu kinerjanya dalam menghimpun pendapatan negara dari cukai rokok. Terlebih pelaksanaan operasi pasar memberantas rokok ilegal terganjal kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat di masa pandemi. Celah inilah yang kerap dimanfaatkan produsen rokok ilegal.

“Melalui sosialisasi ini, kami mengajak pedagang agar tidak mengedarkan rokok ilegal. Pendapatan yang dihimpun dari cukai itu digunakan lagi untuk pembangunan negara,” ujar dia.

Hal senada juga disampaikan Kabag Perekonomian dan SDA Kota Batu, Emiliyawati. Melalui sosialisasi ini masyarakat terutama kalangan pedagang toko kelontong diedukasi memahami aturan cukai. Sehingga dapat mengurangi peredaran rokok ilegal. 

Kegiatan sosialisasi ini merupakan implementasi dari Permenkeu nomor 206/PMK.07/2020 tentang penggunaan, pemantauan dan evaluasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Salah satu peruntukannya untuk penegakan hukum melalui sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai.

Tahun ini Kota Batu mendapat kucuran DBHCHT senilai Rp 18,9 miliar.Alokasi Rp 18,9 miliar diperuntukkan sebesar 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan rincian 15 persen dimanfaatkan untuk permodalan dan pelatihan. Selanjutnya 35 persen untuk bantuan langsung tunai kepada warga Kota Batu yang bekerja di pabrik rokok. Berikutnya, peruntukkan DBHCHT 2021 ditujukan pada bidang kesehatan dan penegakan hukum berupa sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang cukai. Masing-masing bidang mendapat porsi 25 persen.

“Di tahun ini kami memiliki target 30 objek sosialisasi di Kota Batu. Hingga kini baru berjalan 18 kali kegiatan sosialisasi. Ini akan terus digencarkan agar targetnya tercapai,” imbuh dia.

Diakuinya sosialisasi ini cukup memberi pemahaman kepada masyarakat terutama pedagang. Hal itu ditunjukkan dengan menurunnya peredaran rokok ilegal di Kota Batu. Saat operasi pasar gabungan pihaknya menemui sebagian kecil saja pedagang yang menjual rokok ilegal. Operasi gabungan itu melibatkan KPPBC TMC Malang, Bagian Ekonomi dan SDA, Diskominfo serta Satpol PP.

“Pedagang yang kedapatan menjual rokok ilegal karena tidak mengetahui. Maka kami hanya berikan teguran. Baru akan kami tindak jika perbuatan itu dilakukan kembali,” pungkasnya. (wok/adv/wan)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily