Ning Ita Sidak Proyek Perubahan Layout GMSC Senilai Rp 1,3 Miliar

  • Whatsapp
Ning Ita Sidak GMSC
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat melakukan sidak ke gedung GMSC Kota Mojokerto.(din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek perubahan layout GMSC di Jalan Gajah Mada Nomor 100, Kota Mojokerto, Selasa, 20 Oktober 2020 pagi. Proyek senilai Rp. 1, 336 miliar ini rencananya bakal difungsikan sebagai Mall Pelayanan Publik (MPP).

Ning Ita sidak didampingi Kepala Diskouminaker Haryanto dan Kepala DPMPTSP Ali Imron. Setiba di lokasi, petinggi Pemkot ini mengecek satu persatu pengerjaan proyek yang baru dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2020 kemarin.

Baca Juga

“GMSC ini ada empat lantai, lantai satu untuk parkir kendaraan, lantai dua nantinya difungsikan untuk mall pelayanan publik, lantai tiga untuk kantor tiga OPD yakni DPMPTSP, Dispendukcapil dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Sementara lantai empat kita gunakan sebagai meeting room atau hall yang bisa digunakan untuk kegiatan Pemkot maupun bisa disewakan ke masyarakat yang membutuhkan,” paparnya.

Wali Kota perempuan pertama ini, menyebut adanya perubahan layout GMSC dilakukan berdasarkan instruksi dan petunjuk dari Deputi Pelayanan Publik Kemen PAN-RB, Diah Natalisa saat melakukan visitasi pengawasan dan evaluasi ke GMSC akhir tahun 2019.  

“Hasilnya, design layout GMSC ini tidak sesuai dengan prototype yang dipersyaratkan oleh Kemen PAN-RB. Sehingga kami harus segera melakukan perubahan, karena ada pandemi, sempat terhenti,” jelasnya.

Pemimpin dengan Spirit Of Majapahit nya ini, berharap pengerjaan proyek ini dapat rampung akhir tahun 2020. Sekaligus dibarengi dengan sistem digital yang juga One Stop Service bagi seluruh jenis pelayanan. Sehingga tahun 2021 nanti, MPP sudah bisa difungsikan maksimal.

“Semoga saat ada visitasi pengawasan dan evaluasi lagi, kita tidak diberi catatan khusus. Sehingga mall ini sudah 100 persen sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh Kemen PAN-RB, lalu tahun depan, ratusan pelayanannya sudah bisa di nikmati masyarakat kota,” harapnya.

Ning Ita menambahkan, sebagai MPP gedung yang dibangun di atas eks lahan RSUD dr. Wahidin Sudiro Husodo ini diharapkan dapat menerapkan One Stop Service area.

“Konsep dari MPP ini adalah mengintregasikan tidak hanya perizinan, tetapi juga non perizinan,” jelasnya.

Menurutnya, sesuai catatan Kemen PAN-RB integrasi tersebut berupa penggabungan dari berbagai layanan. Mulai berasal dari pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga, maupun pemerintah daerah dari OPD, termasuk pelayanan BUMN, BUMD bahkan layanan swasta. 

“Layout gedung harus menyatu antara pemberi layanan satu dengan yang lainnya, tidak boleh ada penyekatan seperti yang terjadi sebelumnya. Semuanya menjadi satu, seluruh jenis pelayanan yang mencapai hampir 100 jenis. Ini dalam rangka memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadi One Stop Service Area,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Mojokerto Ali Imron, menjelaskan, jika proyek perubahan layout gedung GMSC dikerjakan oleh CV Ikon, Surabaya. Proyek senilai Rp 1.336 miliar dikerjakan mulai tanggal 19 Oktober hingga 7 Desember 2020 nanti.

“Yang dikerjakan ada tiga lantai, yakni lantai bawah melakukan penataan layout MPP, lantai tiga melakukan pembangunan tiga kantor OPD dan lantai atas melakukan penyekatan-penyekatan ruangan,” jelasnya.

Imron menambahkan, nantinya jika selesai MPP ini akan memberikan ratusan pelayanan One Stop Service Area di satu tempat.

“Ada pelayanan dari BPPKA, unit layanan paspor di Kantor Imigrasi kelas I khusus Surabaya, pengurusan perizinan di DPMPTSP, perpanjangan SIM di Samsat Corner, pengurusan akta kependudukan di Dispendukcapil, urusan perbankan, BPJS dan masih banyak lagi,” tandasnya. (din/ad/ark)

Post Terkait

banner 468x60