Masuk Nominator IGA Award 2020, Bupati Anas Paparkan Ratusan Inovasi Banyuwangi

  • Whatsapp
banyuwangi
Bupati Anas saat memaparkan Ratusan Inovasi Banyuwangi dalam Ajang Inovastion Goverment Award.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi nominator ajang Innovation Goverment Award (IGA) yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Bupati Abdullah Azwar Anas berkesempatan memberikan pemaparan tentang berbagai inovasi yang dilakukan oleh daerah di hadapan dewan penilai, Rabu malam 4 November 2020. Ada 213 inovasi yang diajukan oleh Banyuwangi pada tahun ini. 

Paparan dilakukan secara virtual di hadapan dewan penilai yang berasal dari unsur Kemendagri, Kementrian Keuangan, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Kementrian Riset dan Teknologi, Bappenas, LAN, LIPI, Kamar dagang dan Industri (KADIN), Universitas Indonesia dan kalangan media.  

Baca Juga

Menurut Bupati Anas inovasi adalah kunci peningkatan kualitas pelayanan publik. Inovasi dilakukan Banyuwangi di semua sektor, mulai pendidikan, kesehatan, sosial, isu lingkungan, pelayanan publik hingga tata kelola pemerintahan.

“Inovasi adalah cara kami mengatasi keterbatasan yang ada. Semua inovasi yang dilakukan daerah untuk memaksimalkan pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan bagi warga. Inovasi pun efektif untuk mendongkrak kinerja pembangunan di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh daerah salah satunya,” papar Anas, Rabu (4/11/2020).

Anas kemudian memaparkan sejumlah inovasi yang dilakukan Banyuwangi. Misalnya, di bidang pendidikan ada Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh), program Banyuwangi Mengajar, pemberian uang saku dan uang transportasi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.

“Kami juga punya inovasi siswa asuh sebaya (SAS) yang melibatkan partisipasi siswa dalam membantu rekannya yang tidak mampu. Inovasi ini salah satu yang mempercepat penanganan pendidikan di daerah,” ujarnya.

Di bidang pelayanan publik,  Banyuwangi telah mengembangkan program Smart Kampung yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI).

”Smart Kampung telah menjadi kendaraan untuk mengerakkan ekonomi desa sekaligus untuk memberdayakan warga desa. Kami juga ada Mal Pelayanan Publik pertama yang dibuat kabupaten di Tanah Air. Mal ini telah mengintegrasikan 200 lebih layanan kependudukan dan perizinan dalam satu tempat,” kata Anas.

Sektor kesehatan ada program jemput bola perawatan bagi warga miskin yang sakit, laskar penjaja sayur yang memburu ibu hamil berisiko tinggi. Juga ada program sosial pemberian makanan bergizi gratis setiap hari kepada lansia miskin sebatangkara yang diberi nama “Rantang Kasih”.

Di Peternakan ada e-ternak yakni kartu elektronik ternak (e-Nak) untuk mendata ternak yang berisi data riwayat ternak sapi, mulai usia, hingga riwayat kesehatan, hingga riwayat kehamilan. Dan masih banyak yang lainnya.

“Alhamdulillah, semua inovasi yang kami kerjakan telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Data-data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan rapor yang baik atas kinerja pembangunan Banyuwangi,” pungkasnya.

Sebelumnya Banyuwangi pernah menyabet penghargaan serupa menjadi kabupaten terinovatif pada penghargaan IGA Award tahun 2018 dan 2019. (ozi/Adv)

Post Terkait

banner 468x60