Kongres Kebudayaan Kota Batu, Petakan Pola Pengembangan Budaya

  • Whatsapp
Punjul
Wakil Walikota Punjul Santoso (kiri) menerima dokumen pengembangan kebudayaan sebagai pijakan dalam merumuskan regulasi daerah di bidang kebudayaan
banner 468x60

KOTA BATU– Kongres Kebudayaan digelar Dinas Pariwisata Kota Batu di Graha Pancasila Balaikota Among Tani, Rabu sore (28/10). Pertunjukan tari tradisi ditampilkan dalam event ini. Kongres bertujuan memetakan pola pengembangan budaya.

Penyelenggaraan event ini merupakan rangkaian HUT ke 19 Kota Batu. Kegiatan berlangsung di Balai Kota Among Tani melibatkan seluruh elemen kesenian dan kebudayaan di Kota Batu. 

Baca Juga

Pertunjukan seni tradisi ditampilkan saat penyelenggaraan Kongres Kebudayaan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Batu pada Rabu sore (28/10)

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Siddiq mengatakan, lembaga adat  ditargetkan bisa dibentuk tahun 2021. Lembaga adat sebagai wadah untuk mengakomodir setiap aspirasi agar tak menimbulkan kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat.

Tujuan itu tercermin melalui penyerahan dokumen pengembangan kebudayaan di Kota Batu sebagai pijakan Disparta dalam mengembangkan potensi-potensi kebudayaan yang ada di Kota Batu.

“Disusun secara sistematis dengan keterlibatan seluruh komponen masyarakat di Kota Batu. Pengembangan kebudayaan akan disertai pembangunan infrastruktur dan suprastruktur kebudayaan,” kata Arief dilansir Nusadaily.com.

Ia mengatakan, Kota Batu memiliki potensi kebudayaan yang sangat luar biasa. Potensi ini mewakili sepuluh item kebudayaan yang tertuang dalam UU nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Ada permainan tradisional, teknologi tradisional dan seni budaya sudah dimiliki Kota Batu,” terang Arief.

Menurutnya, dalam kongres yang digelar setiap dua tahun sekali ini, dipacu pula dengan event-event budaya lainnya. Hal ini merupakan wujud pemberdayaan bagi pelaku seni budaya di setiap kegiatan acara pemerintah agar bisa berkiprah lebih optimal lagi.

Sementara itu Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso memberi pujian kepada Dinas Pariwisata Kota Batu. Bagi Punjul, ihwal ini merupakan cikal bakal nilai-nilai budaya di masyarakat Kota Batu. Agar bisa dikolaborasikan dan dijadikan materi dalam penyusunan regulasi berupa perda terkait pengembangan kebudayaan.

“Sehingga masing-masing desa/kelurahan bisa membuka saluran komunikasi yang sempat tersumbat kepada pimpinan daerah. Pemangku adat bisa berperan sebagai mediator,” katanya. 

Kongres kebudayaan mengintegrasikan segala aspek kebudayaan yang sebelumnya tercerai berai. Sehingga bisa mewujudkan visi Desa Berdaya, Kota Berjaya dengan keterlibatan pelaku kebudayaan.

Pranata sosial di desa/kelurahan sangat lekat dengan kebudayaan yang tumbuh di situ. Hal ini menjadi nilai yang bisa menarik wisatawan melalui desa wisata berbasis kultur.

“Selama ini, pengunjung selalu disuguhkan dengan pariwisata artifisial,” tukas Punjul.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim, Sinarto memberikan apresiasi terhadap Kongres Kebudayaan yang diinisiasi Dinas Pariwisata Kota Batu. Ia mengatakan, Kota Batu mampu mengeksplorasi setiap potensi budaya yang dimilikinya. Perhatian terhadap aspek kebudayaan sangat penting karena ada internalisasi nilai-nilai luhur sebagai jiwa dalam sebuah kehidupan.

“Tata nilai yang meliputi berbagai karakternya. Kalau perlu bangunan-bangunan dengan nilai historis. Sebisa mungkin gali produk kebudayaan yang memiliki karakter,” pungkasnya. (wok/adv/wan)

Post Terkait

banner 468x60