Hadang Radikalisme dengan Aktualisasi Pancasila

  • Whatsapp
Staf khusus ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo. Istimewa
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menyatakan, seluruh komponen bangsa sepatutnya mencegah penyebaran paham radikal anti Pancasila.

Sebab menurut pria yang akrab di panggil Romo Benny ini, radikalisme sudah menyebar hampir ke berbagai sektor kehidupan kenegaraan. Sehingga radikalisme menganggap kebenaran itu absolut.

Baca Juga

Hal tersebut disampaikan melalui rilisnya kepada Nusadaily.Com, Selasa 5 Januari 2021.

Disampaikan pula jika Radikalisme itu sudah sampai tahap lampu merah. Sehingga dirinya memberi warning dan melakukan pencegahan.

“Radikalisme itu seolah-olah dirinya paling benar, dan yang lain salah. Di negara yang majemuk ini, enggak bisa seperti itu. Bahaya radikalisme itu adalah memanipulasi agama untuk kepentingan merebut kekuasaan sesaat,” kata Romo Benny.

Masih Kata Benny, Kementerian/Lembaga, dan Pemerintah Daerah (Pemda) sepatutnya menelusuri rekam jejak aparatur masing-masing. Dengan tujuan agar tidak terkontaminasi paham radikalisme melalui rekam jejak digital.

“Dari jejak digital itu orang bisa tahu bagaimana orang itu mendukung radikalisme atau tidak,” ujar Romo Bemny.

Selain itu, Benny mejelaskan keadilan sosial harus tercemin dalam politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan.

“Keadilan butuh hukum yang mempunya nilai-nilai yang berpihak keadilan harus tercermin dalam semua aspek termasuk keamanan,” tegasnya.

Dia menambahkan anggota DPR, TNI dan Polri, serta lembaga strategis pun berkewajiban melakukan pencegahan radikalisme. Ditegaskan, seleksi ketat perlu dilakukan, dan tidak bergantung pada sumpah dan janji semata.

“Untuk pejabat negara itu harus ada rekam jejak dan jejak digitalnya. Wajib menjadi prioritas utama,” imbuh Romo Benny

Akan tetapi, dia menyatakan hal terpenting lainnya yakni penegakan hukum.

“Kalau hukum itu berlaku untuk semuanya, maka ujaran kebencian, intoleransi itu tidak bertumbuh berkembang. Dengan sendirinya radikalisme itu teratasi. Sumber dari segala hukum kan Pancasila. Pancasila harus menjadi pedoman hidup bagi semua warga negara,” tegasnya.

Aktualisasi nilai Pancasila

Hal lain disampaikan adalah aktualisasi nilai Pancasila dalam sangat ampuh dalam memerangi paham radikalisme.

“Aktualisasi Pancasila adalah cara untuk memerangi radikalisme khususnya nilai ketuhanan. Setiap orang menyakini Tuhan nya pasti akan mencinta sesama dan memperlakukan sesama sebagai saudara bukan menyakiti,” tegasnya.

Menurutnya sila pertama Ketuhanan yang maha esa dijadikan sila pertama karena membela kebenaran, keadilan, kejujuran.

“Ketuhanan yang Maha Esa dijadikan sila pertama karena membela kebenaran, keadilan, kejujuran. Ini yang harus menjadi titik tolak dalam kehidupan. Selian itu, sejak lahir bangsa indonesia sudah terbiasa dan menjadi roh bagi bangsa Indonesia,” ujar Romo Benny.

Sementara itu, Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Azis Syamsuddin menyatakan sangat berbahaya jika para penganut paham radikalisme mendapat kursi strategis atau sebagai pengambil kebijakan.

“Landasan ideologi bangsa adalah Pancasila dan UUD 1945. Intelijen perlu melakukan pengawasan dan tindakan dari awal,” lanjut Azis

Dia juga menuturkan, setiap anggota DPR telah melalui seleksi ketat. Diungkapkan, sebelum dilantik para anggota DPR juga diwajibkan mengikuti pendidikan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

“Untuk menjadi calon anggota legislatif lalu kemudian terpilih sebagai anggota DPR itu seleksinya sangat ketat,” ucap wakil ketua DPR tersebut.

Azis menyatakan DPR juga selalu berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri terkait upaya mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme. “Kami selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi BIN, karena regulasi hukum itu berkembang dan bertumbuh, sehingga dilakukan perubahan-perubahan jika dipandang perlu,” tutup Azis Syamsuddin. (sir/kal)

Post Terkait

banner 468x60