Selasa, Desember 7, 2021

NUSADAILY.COM STORIES

BerandaBerita KhususGiliran Pedagang Pasar Kilensari Jadi Sasaran Sosialisasi Rokok Ilegal Bea Cukai dan...

Giliran Pedagang Pasar Kilensari Jadi Sasaran Sosialisasi Rokok Ilegal Bea Cukai dan Disperdagin Situbondo

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SITUBONDO – Giliran puluhan pedagang di Pasar Kilensari yang menerima sosialisasi bahaya memperjual belikan rokok ilegal dari Bea Cukai Jember dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Situbondo, Selasa, 19 Oktober 2021. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Kilensari, Kecamatan Mangaran.

- Advertisement -Iklan BTC Guest House

Kepala Disperdagin Situbondo, Edi Wiyono mengatakan, total ada 50 peserta dalam acara tersebut.

“Alhamdulillah respon pedagang dalam menekan peredaran rokok ilegal cukup baik,” ucapnya kepada wartawan yang hadir.

BACA JUGA: Puluhan Pedagang di Pasar Mangaran Ikut Sosialisasi Bahaya Jual Rokok Ilegal

Edi Wiyono mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi bahaya memperjual belikan rokok ilegal.

“Saya optimis apa yang kita lakukan ini bisa meningkatnya kesadaran masyarakat. Khususnya pedagang rokok. Kita meyakini Situbondo bisa bersih dari barang tanpai cukai,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Asisten II Pemerintah Daerah (Pemda) Situbondo, Sentot Sugiyono menerangkan, dalam memerangi peredaran rokok ilegal di Situbondo, pemerintah daerah menggunakan pendekatan humanisme.

“Kita menyadari bahwa salah satu sifat warga adalah harus diberi pemahaman terlebih dahulu. Baru kemudian dipaksa. Bila tidak seperti itu, maka tidak bisa,” ujarnya.

Sementara, Kehumasan Bea dan Cukai Jember, Ilmi Idayatullah menerangkan, Pemkab Situbondo dan masyarakat harus bersinergi memutus peredaran rokok ilegal di wilayah Kota Santri Pancasila.

BACA JUGA: Bea Cukai Bangun RS Paru di Karawang Pakai Dana Cukai Tembakau

“Kalau diketahui adanya peredaran rokok ilegal, dimohon untuk segera melapor ke pihak berwajib,” paparnya.

Lebih lanjut, Ilmi Idayatullah menerangkan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pemkab Situbondo dalam melakukan operasi pasar dengan. Tujuan untuk memantau peredaran rokok ilegal kemudian mencari pengusaha pabriknya.

“Target utama kita adalah memburu pabrik yang memproduksi rokok ilegal kemudian kita hentikan. Kalau pabriknya ditutup, maka peredaran rokok ilegal akan semakin berkurang,” tungkasnya.

Ilmi Idayatullah menjelaskan, bagi masyarakat yang diketahui menjual rokok ilegal, maka akan dilakukan tindakan prefentif. Yakni dengan mengedukasi masyarakat supaya tidak menjual rokok ilegal.

“Kalau masih tetap, maka akan ditindak lanjuti dengan memberikan Sanksi sesuai Pasal 54 undang-undang nomor 39 tahun 2007. Yaitu, sanksi pidana minimal satu tahun dan maksimal delapan tahun, dan denda dua kali sampai dua puluh kali nilai bea cukai,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Disperdagin: Edi Wiyono, Bea dan Cukai Jember: Irawan D. Kusuma dan Ilmi Idayatullah, Asisten II Pemda: Sentot Sugiyono, Kadi Pengelolaan Pasar: Imam Khoiruddin, Polres Situbondo, Kades beserta jajarannya, Kabid Pasar, dan 50 orang Pedagang Pasar Kilensari, Situbondo. (fat/lna/adv)

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Peningkatan aktivitas gunung Semeru ##tiktokberita

♬ suara asli - Nusa Daily