Rabu, Oktober 20, 2021
BerandaBerita KhususGerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

Gerakan Gempur Rokok Ilegal yang Digalakkan Bea Cukai Sasar Desa Olean

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – SITUBONDO – Gerakan gempur rokok ilegal (GGRI) yang digalakkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo Bea Cukai Jember serta Kejari menyasar masyarakat di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Rabu, 14 Oktober 2021. Tujuan dari kegiatan itu memberikan edukasi kepada mereka terkait bahaya memperjual belikan rokok ilegal.

Menurut Humas Bea dan Cukai Jember, Johan, Pemkab Situbondo harus bisa bekerja sama dengan masyarakat di Kota Santri Pancasila untuk menekan peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut. “Sebab maraknya penjualan rokok ilegal sangat merugikan Mari kita lawan bersama, sehingga pendapatan negara menjadi meningkat,” ujarnya

Johan meyakini, peredaran rokok ilegal bisa dihilangkan di Kabupaten Situbondo. “Kita pasti bisa, ini tugas semua. Kalau sudah tidak ada (peredaran rokok ilegal -red), maka pembangungan negara bisa berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat juga meningkat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Johan menerangkan, pihaknya selalu intens berkoordinasi dengan Pemkab Situbondo, Kejari dan Polres untuk meningkatkan operasi pasar. Tujuannya memutus peredaran rokok ilegal di Kota Santri Pancasila. “Kita cari terus pabriknya. Kalau itu (pabriknya -red) bisa kami putus, maka otomatis peredaran rokok ilegal akan semakin berkurang,” tambahnya.

BACA JUGA: Berantas Rokok Ilegal, Pemkab Situbondo Gandeng Bea Cukai

Johan menambahkan, pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Supaya mereka bisa memahami dengan utuh bahaya menjual rokok ilegal. “Di tahun 2019 sampai 2020 kemarin, alhamdulillah penjualan rokok ilegal sudah semakin berkurang,” pungkasnya.

Johan menjelaskan, bagi masyarakat yang kedapatan menjual rokok ilegal, maka akan dilakukan tindakan preventif. Yakni dengan mengedukasi mereka agar tidak mengulangi perbuatannya. “Kalau masih tetap, maka akan ditindak lanjuti dengan memberikan sanksi pidana. Hal itu sesuai dengan pasal 54 undang-undang nomor 39 tahun 2007. Yakni, sanksi pidana minimal satu tahun dan maksimal delapan tahun. Dan denda dua kali sampai dua puluh kali nilai bea cukai,” tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Disperdagin Situbondo, Edi Wiyono, Humas Bea Cukai Jember, Johan dan Irawan, perwakilan Kejari, Polres, Kades Olean beserta perangkatnya. (adv/fat/kal)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img

BERITA KHUSUS

@nusadaily.com

Akhir-akhir ini Kota Malang panas banget nih, ngadem dulu yuk🍦🍦 ##tiktoktaiment

♬ Happy Ukulele - VensAdamsAudio

LIFESTYLE

Perubahan Gaya Hidup saat Pandemi Pengaruhi Risiko Osteoporosis

0
NUSADAILY.COM - JAKARTA - Perubahan gaya hidup saat pandemi COVID-19 turut mempengaruhi risiko osteoporosis. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr....